Global News : Menstruasi itu banyak sekali cobaannya. Mood yang naik turun, jerawat, tubuh yang pegal-pegal dan perut yang sakit.Beberapa
di antaranya membuat kita merasa tidak fit dan merasa tidak mampu
melakukan apa-apa dengan maksimal. Salah satunya, olahraga.
Meskipun
dalam kondisi menstruasi, kita disarankan untuk tetap melakukan latihan
dan olahraga. Mungkin akan nampak seperti menguras energi kita, namun
sesungguhnya bisa membuat otot kita lebih lentur dan melawan rasa pegal
yang melanda.
Berikut ini beberapa olahraga yang disarankan bagi Anda yang ingin melakukan olahraga saat menstruasi.
Jalan Kaki
Jalan
sehat di pagi dan sore hari sangat dianjurkan. Minimal 15-30 menit,
sesering mungkin bila memang Anda tak sempat melakukannya karena harus
bekerja.
Sedangkan bila tidak bekerja, usahakan 30-45 menit selama
3 kali seminggu. Olahraga ini bisa menenangkan pikiran dan rasa sakit
di perut.
Jogging
Jogging bisa menjadi pilihan bila
Anda mengalami perut kembung saat menstruasi. Namun tidak disarankan
untuk jogging dengan intensitas yang kuat. Ketahui kapan Anda harus
mengurangi atau menambah kecepatan lari sesuai kondisi tubuh.
Aerobik
Aerobik
adalah salah satu jenis olahraga yang menyenangkan saat datang bulan.
Pikiran menjadi senang, hati ikut tenang. Segala rasa sakit dan
kepenatan akan sirna saat Anda mulai bergerak dan banyak berkeringat,
Yoga
Anda
bisa melakukan beberapa gerakan yoga untuk perut, punggung bawah dan
kaki. Gerakan ini seperti peregangan yang melatih kekuatan otot. Meski
kelihatan mudah, namun yoga sebenarnya membutuhkan keseimbangan,
kekuatan nafas dan fokus, yang membuat Anda akan mengeluarkan keringat,
merilekskan otot dan mengembalikan semangat Anda.
Lakukan beberapa
latihan di atas saat Anda sedang menstruasi. Semoga bisa membantu
meredakan rasa sakit dan bad mood saat datang bulan melanda. Selamat
mencoba.
Vemale.com
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Agustus 2013
Jumat, 02 Agustus 2013
Awas, Ada Logam Beracun dalam Lipstik dan Lipgloss Anda!
Global News : Merias wajah menjadi salah satu hal yang sangat disukai oleh banyak
wanita. Bahkan, mereka rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli
peralatan kosmetik. Namun, tahukah Anda bahwa kosmetik yang Anda
gunakan dapat membunuh Anda secara perlahan-lahan? Sebuah penelitian di Amerika Serikat telah melakukan pengujian terhadap 32 merek lipstik dan lip gloss. Hasilnya pun sungguh mengejutkan. Sebab, ditemukan kandungan logam beracun, seperti kromium, timbal,
kadmium, dan aluminium yang dapat menyebabkan penyakit kanker perut dan kerusakan pada saraf.
Uni Eropa menganggap bahwa kandungan kadmium, kromium, dan timbal tidak dapat diterima untuk digunakan pada semua jenis produk kosmetik. Hanya saja, untuk kandungan timbal masih tergolong aman.
Namun, hal itu tetap tidak dibenarkan karena banyak anak-anak yang suka bermain dengan make-up.
"Beberapa logam beracun tersebut mungkin menimbulkan efek dalam jangka panjang," terang Katharine Hammond, profesor ilmu kesehatan lingkungan di University of California, seperti dikutip metro.co.uk, Jumat (2/8/2013).
Para peneliti mengatakan, ini merupakan hal yang mengkhawatirkan. Sebab, ketika digunakan, lipstik dan lip gloss akan menyerap ke dalam tubuh.
Mereka juga mengemukakan bahwa rata-rata orang yang menggunakan lipstik akan menyerap 24mg racun per hari. Sedangkan, bagi mereka yang sering mengoleskan lipstik di bibir dapat menyerap 87mg racun setiap harinya.
Liputan6.com
3 Kasus Baru Infeksi Virus Korona di Arab
Global News : Tiga wanita terjangkit virus mematikan MERS di Arab Saudi, wilayah
paling terpukul akibat penyakit misterius itu, kata Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO).
Salah satu pasien, seorang wanita 6 tahun dari Riyadh dengan kondisi medis gawat. Sayang, tak diketahui apakah korban melakukan kontak dengan hewan atau penderita virus lainnya.
Dua pasien lain yang didiagnosis terinfeksi "Sindrom Pernapasan Timur Tengah" ini merupakan petugas kesehatan yang telah tertular pasien Mers lainnya.
Menurut WHO, 46 dari 94 orang dikonfirmasi yang terinfeksi telah meninggal karena MERS sejak September 2012.
Kekhawatiran tentang virus telah menyebabkan Arab Saudi membatasi visa ibadah haji pada Oktober, tempat jutaan umat Islam berduyun-duyun berziarah ke tempat suci Mekah dan Madinah.
Para ahli berjuang memahami penyakit MERS ini. Mereka masih kekurangan vaksin serta memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi lebih dari 51 persen.
Hal ini dianggap sepupu dari virus SARS yang meletus di Asia pada tahun 2003 yang menginfeksi 8.273 orang, sembilan persen di antaranya meninggal.
Seperti SARS, MERS diduga melompat dari hewan ke manusia, dan memperlihatkan gejala seperti flu, tetapi berbeda karena bisa menyebabkan gagal ginjal.
Liputan6.com
Salah satu pasien, seorang wanita 6 tahun dari Riyadh dengan kondisi medis gawat. Sayang, tak diketahui apakah korban melakukan kontak dengan hewan atau penderita virus lainnya.
Dua pasien lain yang didiagnosis terinfeksi "Sindrom Pernapasan Timur Tengah" ini merupakan petugas kesehatan yang telah tertular pasien Mers lainnya.
Menurut WHO, 46 dari 94 orang dikonfirmasi yang terinfeksi telah meninggal karena MERS sejak September 2012.
Kekhawatiran tentang virus telah menyebabkan Arab Saudi membatasi visa ibadah haji pada Oktober, tempat jutaan umat Islam berduyun-duyun berziarah ke tempat suci Mekah dan Madinah.
Para ahli berjuang memahami penyakit MERS ini. Mereka masih kekurangan vaksin serta memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi lebih dari 51 persen.
Hal ini dianggap sepupu dari virus SARS yang meletus di Asia pada tahun 2003 yang menginfeksi 8.273 orang, sembilan persen di antaranya meninggal.
Seperti SARS, MERS diduga melompat dari hewan ke manusia, dan memperlihatkan gejala seperti flu, tetapi berbeda karena bisa menyebabkan gagal ginjal.
Liputan6.com
Ilmuwan China Gunakan Air Kencing untuk Bikin Gigi Tiruan
Global News : Para ilmuwan dari Guangzhou Institute of Biomedicine and Health, di
China telah mampu menumbuhkan gigi dari urin menurut laporan BBC yang
dikutip Newser, Rabu (31/7/2013).Seperti diuraikan dalam Cell Regenerasi Journal menyebutkan, gigi tiruan yang dibuat dari urin mengandung bagian-bagian gigi yang cukup lengkap, seperti pulpa, dentin, ruang enamel, dan enamel.
Secara khusus, gigi tiruan ini mengandung enamel dengan sel-sel ameloblas yang mirip dengan gigi asli manusia.
"Struktur gigi normal muncul setelah tiga minggu. Namun, tingkat kekerasan gigi yang dihasilkan tidak sekuat gigi yang tumbuh secara alami ketika manusia lahir," ujar peneliti.
Sistem terbaru yang diciptakan peneliti China ini memanfaatkan interaksi sel epitel dan sel mesenchymal, yaitu sel yang bertanggung jawab memproduksi enamel gigi dan memproduksi komponen gigi seperti dentin dan pulpa.
Liputan6.com
Ternyata, Madu Bisa Mencegah Iritasi Kulit Moms!
Global News : Iritasi atau infeksi pada kulit anak bisa disebabkan oleh
beragam hal. Ada yang karena genetik, makanan, udara, pakaian dan yang
lainnya. Tentu moms sudah familiar dengan madu. Biasa diminum untuk
kesehatan.Namun, ternyata madu tidak hanya memiliki kandungan nutrisi yang baik. Tapi juga dapat digunakan untuk mencegah beragam masalah kulit pada si kecil. Madu memberikan tambahan cairan pada kulit dan kelembaban yang tinggi. Beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan kulit akan lebih efektif sembuh karena madu. Yuk moms, aplikasikan cara berikut ini pada si kecil agar terhindar dari iritasi kulit.
Salah satu awal masalah iritasi kulit adalah kulit yang terlalu kering. Agar kulit si kecil tetap lembut dan tidak kering, moms bisa coba mencampurkan setengah cangkir pada ember yang telah terisi penuh dan gunakan air ini untuk mandi.
Untuk ruam, moms dapat mencampurkan dua sendok susu, madu dan pijat kulit si kecil yang bermasalah dengan campuran ini. Lakukan terus secara rutin.
Lifebuoy.com
Kamis, 01 Agustus 2013
Yang Manakah Tipe Kepribadian Seks Anda?
Global News : APAKAH Anda seorang pecinta yang erotophilic atau erotophobic? Ikuti ulasan berikut untuk mengidentifikasinya.Semua orang memiliki kepribadian seks masing-masing, dan pemahaman akan kepribadian Anda (dan pasangan Anda) adalah kunci untuk memiliki seks yang hebat bersama-sama, ujar Tracey Cox (pakar seks). Identifikasi gaya seks alami Anda berdua, kemudian pelajari kelebihan dan kekurangan Anda berdua, seperti dilansir Dailymail.
Energisers
Anda menarik, menggoda, memukau, dan memesona. Mempunyai banyak keyakinan, teknik yang luar biasa, dan antusiasme yang tak terkendali. Negatifnya, Anda sedikit egois dan ingin menjadi juara dalam semua hal yang Anda lakukan - termasuk seks.
Apakah ini Anda?
Apakah Anda suka berbicara kotor (dirt talk), menonton film porno, mencoba sex toys, dan punya selingkuhan?
Apakah Anda melihat seks sebagai sumber kesenangan, menyenangkan, dan cara yang bagus untuk terhubung dengan pasangan Anda?
Positifnya: Karena Anda sangat termotivasi, Anda cocok dengan orang-orang yang dorongan seksnya rata-rata atau bahkan rendah. Anda menaruh upaya untuk menarik minat mereka dan terus-menerus datang dengan hal-hal baru untuk membuat mereka tetap tertarik.
Negatifnya: Tidak semua orang benar-benar tertarik membuat seks menjadi prioritas atau antusias terhadap seks. Seks memang menyenangkan tapi antusiasme dan sikap adalah segalanya. Pasangan Anda juga perlu mahir secara teknis sehingga mereka dapat memuaskan Anda.
Stabilisers
Berhati-hati dan bekerja sama, Anda akan melakukan apa saja agar bisa hidup damai. Baik dan murah hati, Anda awalnya hadir bagai surga - terutama untuk seseorang yang baru saja terluka dari hubungannya dengan seorang energizer yang menuntut. Anda lebih suka memberi daripada menerima kenikmatan. Anda tidak suka membicarakan masalah seks dan cenderung bungkam.
Apakah ini Anda?
Apakah Anda lebih senang memberi daripada menerima? Apakah Anda merasa tidak nyaman membicarakan apa yang Anda ingian pasangan lakukan untuk bisa memuaskan Anda? Apakah pasangan sering bertanya jika Anda menikmati sesi bercinta dengan mereka karena mereka tidak yakin apakah Anda menikmati atau tidak?
Positifnya:
- Antusiasme Anda untuk memberikan kesenangan sangat fenomenal - Anda senang-senang saja melakukan seks oral selama satu jam tanpa pernah mengeluh.
Negatif: Pasangan Anda beruntung dapat erangan atau mengerang karena Anda memiliki kesulitan mengekspresikan kesenangan Anda sendiri. Dan Anda benar-benar menyukai rutinitas dalam sesi seks – tidak semua orang begitu.
Okezone.com
Selasa, 30 Juli 2013
Ingin Bercinta Usai Serangan Jantung? Ini Panduan dari Dokter
Global News Jakarta – Berhubungan seks cukup menguras energi seperti halnya aktivitas fisik
lainnya. Oleh karenanya, orang yang baru saja mengalami serangan jantung tidak
boleh sembarangan melakukannya. Tapi haruskah dilarang berhubungan seks sama
sekali?
"Kesehatan seksual adalah bagian penting dari kesehatan seseorang secara umum,"
kata Elaine Steinke, peneliti sekaligus profesor keperawatan dari Wichita State
University seperti dikutip dari USA Today, Selasa (30/7/2013).
Namun begitu, banyak orang khawatir melakukan hubungan seks setelah serangan
jantung karena khawatir aktivitas fisik tersebut bisa memicu kekambuhan. Maksud
hati ingin sehat, salah-salah justru kembali ke rumah sakit karena jantungnya
berhenti lagi.
Untuk itulah, American Health Association dan European Society of Cardiology
mengeluarkan pernyataan resmi tentang hal itu. Diklaim, ini adalah pernyataan
ilmiah pertama yang menjelaskan secara detail panduan berhubungan seks setelah
serangan jantung.
Beberapa imbauan yang tercantum dalam pernyataan tersebut antara lain sebagai
berikut:
1. Sebelum mulai bercinta, pastikan bisa melakukan aktivitas berintensitas
sedang seperti jalan cepat naik tangga tanpa ngos-ngosan, sesak napas, nyeri
dada atau keluhan lainnya.
2. Jika untuk melakukan aktivitas seperti itu saja tidak kuat, hindari hubungan
seks. Melakukan aktivitas intim lainnya tidak dilarang, misalnya berpelukan dan
berciuman masih diperbolehkan.
3. Lakukan hubungan seks di tempat yang nyaman, bukan tempat yang asing. Hindari
hubungan seks di luar nikah karena bisa menambah stres yang bisa memicu
kekambuhan serangan jantung.
4. Laporkan ke dokter bila mengalami gejala tertentu saat berhubungan seks,
misalnya nyeri dada, pusing atau insomnia.
5. Beberapa posisi mungkin tidak aman. Pasien bypass jantung sebaiknya tidak
berada di atas saat mengambil posisi misionari. Posisi tegak lebih dianjurkan
bagi pasien gagal jantung yang dicirikan dengan napas pendek.
Koran Indonesia.
lainnya. Oleh karenanya, orang yang baru saja mengalami serangan jantung tidak
boleh sembarangan melakukannya. Tapi haruskah dilarang berhubungan seks sama
sekali?
"Kesehatan seksual adalah bagian penting dari kesehatan seseorang secara umum,"
kata Elaine Steinke, peneliti sekaligus profesor keperawatan dari Wichita State
University seperti dikutip dari USA Today, Selasa (30/7/2013).
Namun begitu, banyak orang khawatir melakukan hubungan seks setelah serangan
jantung karena khawatir aktivitas fisik tersebut bisa memicu kekambuhan. Maksud
hati ingin sehat, salah-salah justru kembali ke rumah sakit karena jantungnya
berhenti lagi.
Untuk itulah, American Health Association dan European Society of Cardiology
mengeluarkan pernyataan resmi tentang hal itu. Diklaim, ini adalah pernyataan
ilmiah pertama yang menjelaskan secara detail panduan berhubungan seks setelah
serangan jantung.
Beberapa imbauan yang tercantum dalam pernyataan tersebut antara lain sebagai
berikut:
1. Sebelum mulai bercinta, pastikan bisa melakukan aktivitas berintensitas
sedang seperti jalan cepat naik tangga tanpa ngos-ngosan, sesak napas, nyeri
dada atau keluhan lainnya.
2. Jika untuk melakukan aktivitas seperti itu saja tidak kuat, hindari hubungan
seks. Melakukan aktivitas intim lainnya tidak dilarang, misalnya berpelukan dan
berciuman masih diperbolehkan.
3. Lakukan hubungan seks di tempat yang nyaman, bukan tempat yang asing. Hindari
hubungan seks di luar nikah karena bisa menambah stres yang bisa memicu
kekambuhan serangan jantung.
4. Laporkan ke dokter bila mengalami gejala tertentu saat berhubungan seks,
misalnya nyeri dada, pusing atau insomnia.
5. Beberapa posisi mungkin tidak aman. Pasien bypass jantung sebaiknya tidak
berada di atas saat mengambil posisi misionari. Posisi tegak lebih dianjurkan
bagi pasien gagal jantung yang dicirikan dengan napas pendek.
Koran Indonesia.
Risiko Kanker Lebih Tinggi Jika Tinggal di Kawasan Industri
Global News - Jakarta – Ungkapan bahwa kesehatan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan
tempat tinggal sepertinya benar adanya. Terutama bagi penduduk yang tinggal di
daerah industri nampaknya harus waspada.
Menurut studi baru, orang yang tinggal di dekat lokasi pelepasan benzena,
seperti kilang atau pabrik yang banyak melepas bahan kimia ke air atau udara,
memiliki risiko tertular limfoma non-Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening
yang lebih tinggi.
"Pada kanker yang lebih umum seperti payudara, paru-paru, atau usus, kita
memiliki asosiasi yang terkenal dan bisa mengembangkan faktor risiko," kata
penulis studi Dr Christopher Flowers, profesor hematologi dan onkologi medis di
Emory University School of Medicine.
Namun, menurut Flowers, untuk limfoma belum ada faktor risiko yang jelas tapi
sangat penting untuk mengidentifikasi faktor risiko dari usia penduduk. Dalam
sebuah penelitian di Jurnal Cancer, Flowers dan rekannya mengumpulkan data
tentang situs rilis benzena di Georgia dari Environmental Protection
Agency’s (EPA) Toxics Release Inventory dan membandingkannya dengan data
kejadian limfoma dari Georgia Comprehensive Cancer Registry.
Penelitian ini adalah yang pertama menganalisis dampak dari benzena pada tingkat
populasi, jarak, dan kelompok penderita kanker kelenjar getah bening yang ada di
sekitar lokasi paparan benzena. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan
bahwa kejadian kanker kelenjar getah bening lebih besar terjadi pada orang yang
berada di sekitar paparan benzena.
Selain itu, risiko penduduk tertular kanker kelenjar getah bening naik 0,31
persen setiap jarak lokasi mereka bertambah satu mil.
"Kami tidak bisa mengatakan secara langsung bahwa benzena yang menyebabkan
kanker, tapi kedekatan perumahan terhadap lokasi yang banyak memaparkan benzena,
insiden kankernya lebih tinggi," jelas Flowers.
Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum langkah-langkah membatasi paparan
benzena pada masyarakat dilakukan. Menurut Flowers, EPA perlu melacak
lokasi-lokasi yang mengandung paparan Benzena di Amerika Serikat.
"Ada sejumlah lokasi paparan benzena dan beberapa berpotensi menjadi pabrik. Zat
kimia yang dikeluarkan bisa meresap lewat bawah tanah dan beberapa disalurkan
melalui tanaman," papar Flowers, seperti dilansir Fox News, Selasa (30/7/2013).
Ke depannya, peneliti berharap bisa menggunakan studi mereka untuk mengembangkan
metode guna mengurangi paparan faktor risiko limfoma, seperti benzena, dalam
populasi yang lebih luas. Ia berharap bisa mengidentifikasi faktor risiko dan
melakukan pendekatan pada tingkat populasi untuk menurunkan eksposur benzena
dengan membatasi lokasi paparannya.
"Mungkin studi lain akan memberi informasi kepada publik dan masyarakat untuk
mencoba dan mengidentifikasi di lokasi mana risiko penyakit itu mungkin
meningkat," kata Flowers.
Flowers dan rekan-rekannya di Winship Cancer Institute of Emory University
merupakan bagian dari International Lymphoma Epidemiology Consortium
(InterLymph), sebuah organisasi yang berusaha lebih memahami faktor risiko untuk
subtipe limfoma yang berbeda.
Koran Indonesia.
tempat tinggal sepertinya benar adanya. Terutama bagi penduduk yang tinggal di
daerah industri nampaknya harus waspada.
Menurut studi baru, orang yang tinggal di dekat lokasi pelepasan benzena,
seperti kilang atau pabrik yang banyak melepas bahan kimia ke air atau udara,
memiliki risiko tertular limfoma non-Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening
yang lebih tinggi.
"Pada kanker yang lebih umum seperti payudara, paru-paru, atau usus, kita
memiliki asosiasi yang terkenal dan bisa mengembangkan faktor risiko," kata
penulis studi Dr Christopher Flowers, profesor hematologi dan onkologi medis di
Emory University School of Medicine.
Namun, menurut Flowers, untuk limfoma belum ada faktor risiko yang jelas tapi
sangat penting untuk mengidentifikasi faktor risiko dari usia penduduk. Dalam
sebuah penelitian di Jurnal Cancer, Flowers dan rekannya mengumpulkan data
tentang situs rilis benzena di Georgia dari Environmental Protection
Agency’s (EPA) Toxics Release Inventory dan membandingkannya dengan data
kejadian limfoma dari Georgia Comprehensive Cancer Registry.
Penelitian ini adalah yang pertama menganalisis dampak dari benzena pada tingkat
populasi, jarak, dan kelompok penderita kanker kelenjar getah bening yang ada di
sekitar lokasi paparan benzena. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan
bahwa kejadian kanker kelenjar getah bening lebih besar terjadi pada orang yang
berada di sekitar paparan benzena.
Selain itu, risiko penduduk tertular kanker kelenjar getah bening naik 0,31
persen setiap jarak lokasi mereka bertambah satu mil.
"Kami tidak bisa mengatakan secara langsung bahwa benzena yang menyebabkan
kanker, tapi kedekatan perumahan terhadap lokasi yang banyak memaparkan benzena,
insiden kankernya lebih tinggi," jelas Flowers.
Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum langkah-langkah membatasi paparan
benzena pada masyarakat dilakukan. Menurut Flowers, EPA perlu melacak
lokasi-lokasi yang mengandung paparan Benzena di Amerika Serikat.
"Ada sejumlah lokasi paparan benzena dan beberapa berpotensi menjadi pabrik. Zat
kimia yang dikeluarkan bisa meresap lewat bawah tanah dan beberapa disalurkan
melalui tanaman," papar Flowers, seperti dilansir Fox News, Selasa (30/7/2013).
Ke depannya, peneliti berharap bisa menggunakan studi mereka untuk mengembangkan
metode guna mengurangi paparan faktor risiko limfoma, seperti benzena, dalam
populasi yang lebih luas. Ia berharap bisa mengidentifikasi faktor risiko dan
melakukan pendekatan pada tingkat populasi untuk menurunkan eksposur benzena
dengan membatasi lokasi paparannya.
"Mungkin studi lain akan memberi informasi kepada publik dan masyarakat untuk
mencoba dan mengidentifikasi di lokasi mana risiko penyakit itu mungkin
meningkat," kata Flowers.
Flowers dan rekan-rekannya di Winship Cancer Institute of Emory University
merupakan bagian dari International Lymphoma Epidemiology Consortium
(InterLymph), sebuah organisasi yang berusaha lebih memahami faktor risiko untuk
subtipe limfoma yang berbeda.
Koran Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)

