Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2013

Dua Teman Vita Inisial R dan Y Diamankan Polres Mojokerto

Global News World : Mojokerto - Polisi membenarkan telah mengamankan dua teman Vita Fitria Dewi (21), mahasiswi Fakultas Tata Busana Unipa Surabaya, yang ditemukan tewas di hutan Claket, Mojokerto. Namun polisi belum menentukan apakah dua teman korban yang menjemput korban berinisial R dan Y, sebagai pelaku pembunuhan.

"Iya tim kami mengamankan 2 orang teman dekat korban di Jawa Tengah, namun keduanya belum tentu sebagai pelaku," kata Kapolres Mojokerto AKBP Muji Ediyanto. saat dikonfirmasi detikcom di kantornya, Jumat (15/11/2013).

Muji menambahkan, saat ini timnya masih mengumpulkan berbagai bukti dan saksi. "Kami masih kumpulkan bukti dan saksi, nanti kalau sudah ada hasil pasti kami kabari," pungkas Muji.

Sebelumnya ditemukan sesosok mayat yang terbungkus dalam karung dan dibuang di kawasan hutan Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Mayat mahasiswi semester VII Fakultas Pendidikan Tata Busana Unipa itu ditemukan pencari rumput pada Senin (11/11/2013) petang.

detiknews.com

Ricuh di MK, Daud Sangadji: Saya Bingung itu dari Mana

Global News World : Jakarta - Daud Sangadji, Cawagub Maluku yang juga penggugat di Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku tak tahu menahu soal ricuh di persidangan. Daud yang diamankan polisi pada Kamis (15/11) ini mengaku tak terlibat.

"Saya bingung itu dari mana," kata Daud di Mapolres Jakarta Pusat, Jl Kramat Raya, Jumat (15/11/2013).

Daud menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakpus. Selain Daud ada 10 orang lainnya yang diamankan. Daud masih berstatus sebagai saksi.

Daud yang menggugat Pilgub Maluku ini mengaku menerima putusan MK yang menolak gugatannya. "Kita harus jalani," imbuhnya.

Kericuhan di MK terjadi pada Kamis (14/11) siang. Amuk terjadi karena MK menolak gugatan Daud dkk. Ruang sidang MK porak-poranda dan alat elektronik rusak.

detiknews.com

Pembawa Pistol di MK Mulai dari Pengawal hingga Calon Kepala Daerah

Global News World : Jakarta - Pengunjung sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam satu hari cukup banyak dari beragam profesi. Sehingga tak ayal petugas keamanan mendapatkan pistol atau senjata api dari tangan pengunjung.

Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaffar memaparkan untuk bulan Oktober 2013, ada 15 pucuk senjata api yang dititipkan ke keamanan gedung. MK tidak menyita senjata api itu melainkan menahannya sampai pemilik meninggalkan gedung.

"Bulan kemarin banyak sidang sengketa pilkada dari wilayah Sumatera. Sekitar bulan itu ada 15 senjata api yang dititipkan," kata Janedjri di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2013).

Pemilik senjata api tersebut rata-rata pengawal pejabat penyelenggara pemilu daerah. Calon kepala daerah juga kerap kedapatan mencoba membawa masuk senjata api ke dalam gedung.

"Senjata api itu dibawa oleh pengawal penyelenggara pemilu atau para calon kepala daerah. Tapi sejauh ini senjata api itu memiliki izin, belum ada yang ditemukan tak ada izin," ujar Janedjri.

Janedjri menegaskan, para pengunjung sidang di MK tak diperkenankan membawa senjata api maupun senjata tajam ke dalam gedung atau ruang sidang. Yang kedapatan membawa senjata api akan didata oleh para petugas keamanan.

"Tetap tidak boleh bawa senjata api atau tajam. Kita wajibkan untuk dititipkan, kita berikan tanda bukti, lalu mereka pergi nanti mereka ambil," ujar Janedjri. Sementara untuk jenis senjata api yang kerap ditemukan adalah senjata api standar kepolisian. Janedjri tidak menegaskan lebih jauh tipe senjata apinya.

"Pokoknya yang standar kepolisian itu. Nanti Senin (18/11) kita juga akan ada peralatan, tidak hanya check door, tapi juga x-ray. Semua pengunjung akan diberi kartu identitas dan harus meninggalkan kartu identitas terlebih dahulu," ujar Janedjri.

MK juga akan menambah jumlah personil keamanan dari pihak kepolisian setiap ada persidangan. Posisi para personil kepolisian itu juga diperkenankan untuk berjaga-jaga di dalam ruang sidang jika diperlukan oleh ketua majelis hakim konstitusi.

"Setiap ada sidang itu polisi memperbantukan 30 personil. Ke depan akan di-manage lagi untuk penempatan di lobi sisi Jalan Medan Merdeka Barat dan sisi Jalan Abdul Muis," ujar Janedjri.


detiknews.com

Ahok: Anak SMA yang Bajak Bus Bisa Jadi Bajingan Bila Tak Dididik

Global News World : Jakarta - Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok menilai siswa SMA 46 yang membajak bus harus didik. Bila mereka tak mendapatkan pendidikan, mereka malah bisa berubah menjadi bajingan.

"Kalau Anda tidak mau diperbaiki Anda akan jadi bajingan, dia harus dididik. Saya kan cuma bilang itu bisa jadi bajingan kalau tidak dididik karena sudah bajak bus. Kalau kenakalan 1-2 orang berantem masih wajar. Ini kan rombongan mau pukul orang membajak bus. Itu sudah ada bibit bajingan namanya," kata Ahok di balai kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/11/2013).

Ahok menyatakan kesetujuannya atas sanksi yang diberikan sekolah. Namun siswa-siswa itu tetap harus bersekolah di tempat yang lain.

"Anda jangan manjakan mereka. Kasihan dong, anak-anak orang yang sekolah baik-baik tapi jadi korban. Jadi kalau bela itu, bela yang betul. Orang masih nggak ngerti matematik. Kalau saya harus bela 10 orang, 1 mati 9 hidup, saya pilih 9 hidup. Kalau harus pilih salah satu, saya korbankan 1, yang nakal. Karena sekolah kita terbatas," jelasnya.

Menurut Ahok juga, sekolah juga punya peraturan, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan. Tapi tidak setiap anak mau memakai haknya. Karena ada hak anak lain yang tidak dipenuhi.

"Coba bayangkan, di sekolah ada anak yang nakal tapi tidak dihukum, Anda protes nggak sebagai orang tua kepada saya? Di situlah gunanya pemeirintah dan sekolah itu ada aturan. Kalau itu namanya membiarkan anak baik-anak akan terhanggu. Semua akan merasa kalau berantem mukul orang dan bajak bus itu tidak salah. Ya semua orang jadi nakal dong," urainya.

detiknews.com

SBY Terima Anugerah Warga Kehormatan Brimob di Tengah Guyuran Hujan

Global News World : Jakarta - Cuaca buruk tidak membatalkan acara pemberian gelar penghargaan warga kehormatan dari Korps Brimob Polri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di tengah guyuran air hujan di Mako Brimob, Kelapa Dua, SBY resmi mendapat gelar warga kehormatan tersebut.

Acara pemberian gelar ini dilakukan di lapangan utama Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (15/11/2013). Sebelum acara dimulai, hujan memang sudah turun di kawasan ini.

SBY bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba pukul 15.30 WIB. SBY tampak memakai seragam Brimob warna hitam dan topi baret warna biru tua. Namun celana yang dikenakan SBY masih celana bahan warna coklat.

Awalnya SBY dan Kapolri Jenderal Sutarman berada di sebuah tenda. Hadir di tenda itu juga beberapa menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu II.

Tibalah proses penyerahan anugerah. Memakai seragam lengkap Brimob, Sutarman berjalan lebih dulu ke podium yang ada di tengah lapangan.

Jarak antara podium dan tenda sekitar 3 meter lebih. Setelah itu giliran SBY yang berjalan dan naik podium yang tidak beratap. Tak pelak, guyuran hujan menerpa kedua orang ini.

Namun prosesi tetap berlangsung hingga selesai. Setelah gelar diberikan, SBY diberi kesempatan untuk memberikan kata sambutannya di atas podium. Dan hujan masih terus mengguyur.

detiknews.com

Sabtu, 21 September 2013

Komisioner KY Ditawari Rp1,4 M untuk Loloskan Calon Hakim Agung

Global News World : JAKARTA - Bobroknya sistem rekrutmen calon hakim agung semakin terbuka. Setelah insiden ‘lobi toilet’ di DPR, anggota Komisi Yudisial (KY) mengaku pernah ditawari uang Rp1,4 miliar oleh oknum parpol tertentu untuk meloloskan salah seorang calon.

"Kejadiannya saat Komisioner Komisi Yudisial melakukan rapat pleno seleksi calon hakim agung di tahun 2012. X, teman di DPR, bilang ada dana Rp1,4 miliar, kamu bagi tujuh saja asal meloloskan hakim X," ujar Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial (KY) Eman Suparman, dalam diskusi Sindo Trijaya, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (21/9/2013).

Saat itu, sambung mantan Ketua KY ini, ada tiga fraksi di Komisi III DPR yang coba menitipkan hakim X tersebut. Namun, dia menolak merinci siapa saja hakim yang dimaksud. Termasuk ketiga fraksi yang menitipkan kadernya.

"Apalagi cuma Rp200 juta, kecil banget Rp200 juta bagi saya. Harga diri saya lebih besar dari sekedar Rp200 juta. Saya tidak mau meloloskan orang itu," tegasnya.

Setelah penolakan itu, semua komisioner sepakat untuk tidak meloloskan hakim X. Karena banyak laporan masyarakat terhadap hakim itu.

“Kecuali satu orang yang mempunyai pendapat meskipun secara akademis dia pintar. Laporan masyarakat terkait hakim ini juga banyak, walaupun dia pernah memimpin pengadilan tinggi yang cukup besar," tuturnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR, Bachrudin Nasori, tepergok oleh wartawan tengah lobi-lobi dengan salah satu calon hakim agung, Sudrajat Dimyati, di toilet DPR. Kendati kemudian keduanya membantah melakukan lobi.

Okezone.com

Marzuki Alie: Jokowi Ngawur

Global News World : JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mengkritik penolakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terhadap program mobil murah yang digagas Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan sejumlah agen tunggal pemegang merek (APTM).

Menurut politikus senior Partai Demokrat itu, persoalan kemacetan tidak bisa dikaitkan dengan industrialisasi. “Bangun industri itu penting lho, ada lokomotif yang harus kita kedepankan,” kata Marzuki, usai menghadiri diskusi Sindo Trijaya bertema ‘Transaksionalisasi di DPR’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (21/92013).

“Kita unggulnya dalam bidang apa di kawasan Asia? Kalau kita unggulnya dalam bidang otomatif maka kita kembangkan dalam bidang otomotif, jangan nanti Pasar Asean justru dipenuhi oleh mobil-mobil produk hasil dari negara Asean lainnya."

Marzuki mengatakan, pada 2015, negara-negara Asean akan masuk di pasar bebas. Akan rugi besar bila Indonesia, khususnya Jakarta, justru menentang pengembangan industri.

"Kalau tidak begitu, kita berbahaya nantinya. Kita nanti ada pasar tunggal lho pada tahun 2015. Kalau kita tidak siap, kita juga akan terima mobil murah dari negara lain," imbuhnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Marzuki, seharusnya mencari solusi terkait persoalan kemacetan, tidak dengan mencari alasan dan kambing hitam, sementara persoalan pokok tidak kunjung diselesaikan.

"Persoalan macet mari kita bantu urusin, bagaimana kewajiban pemerintah daerah untuk menyiapkan jalan, transportasi umum dengan sebaik-sebaiknya. Itu kewajiban daripada pemerintah daerah, jangan dikaitkan dengan industrialisasi, (Jokowi) ini ngawur. Jadi jangan kita kaitkan dengan kemacetan," paparnya.

Jokowi dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kata dia, harus merealisasikan transportasi massal yang andal untuk mengurai kemacetan secepatnya.

"Bicara kemacetan itu tugas kita semua, khususnya kepala daerah, trasportasi umum ya disiapkan, melalui railway, busway, dan MRT. Itu semua kita kembangkan. Jadi tidak usah diributkan soal industrialisasi. Ini diributkan, membuat rakyat kita jadi bodoh lho," tegasnya.

Marzuki juga menyindir mobil Esemka yang pernah digagas dan dipromosikan Jokowi. Menurut Marzuki, hampir semua suku cadang mobil tersebut diimpor dari luar.

"Itu kan hanya nama, coba ini kita. Untuk apa nama, apa arti nama. Mobil nasional, semua isinya impor semua. Dulu ada Timor tapi semuanya impor dari Korea," ujar dia.

Seperti diketahui, pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 33 Tahun 2013 tentang pengembangan produksi kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau atau low cost green car (LCGC), dengan pajak yang ringan dan membuat produksi mobil tersebut menjadi murah. Sehingga, mobil tersebut di pasaran dapat dijual juga dengan harga murah.

Jokowi dan Ahok sempat menentang peluncuran mobil murah ini di Jakarta. Alasannya, dengan masuknya 7.000 unit mobil murah ke jalanan Jakarta, hampir dipastikan menambah kemacetan Ibu Kota.

Okezone.com

Kompolnas: Oknum Polisi Selingkuh karena Terinspirasi Irjen Djoko

Global News World : JAKARTA - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Hamidah Abdurrachman, mengatakan, maraknya oknum polisi selingkuh lantaran terinspirasi oleh atasannya. Sebelumnya, Pejabat Polda Lampung, Kombes Pol S, ditangkap institusinya lantaran diduga selingkuh.

"Ada beberapa hal yang seolah-olah perselingkuhan itu dihalalkan, pasalnya opini yang terbentuk adalah selingkuh itu urusan pribadi sehingga dalam kasus DS sampai punya isteri tiga dengan memalsukan dokumen tidak dianggap pelanggaran," ujar Hamidah melalui pesan singkat kepada Wartawan, Sabtu (21/9/2013).

Ia menambahkan, maraknya perselingkuhan yang dilakukan oknum aparat berseragam cokelat itu lantaran belum adanya UU yang mengatur hal itu.

"Lemahnya regulasi yang mengatur masalah tersebut seolah anomali yaitu tidak ada landasan hukum yang mengaturnya, padahal sebagai aparatur negara yang melekat sumpah dan janji maka melakukan perbuatan asusila itu sungguh-sungguh merendahkan harkat martabat mereka sebagai Polri," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar, seorang petinggi di Polda Lampung yakni Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Lampung, Kombes Pol S ditangkap oleh institusinya saat pesta sabu bersama seorang perempuan di sebuah kamar hotel bintang tiga di Telukbetung Utara, Bandarlampung, Lampung.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Heru Winarko, mengatakan, anak buahnya itu ditangkap lantaran diduga selingkuh.

"Kemarin itu, istrinya melaporkan yang bersangkutan ke Propam karena kasus perselingkuhan," kata Heru Winarko saat dihubungi wartawan.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Imam Soedjarwo, enggan mengutarakan penangkapan S.
        
"Semua nanti kami periksa, hasilnya akan disampaikan setelah diperiksa," terang Imam ketika ditemui di Mabes Polri.

Meski demikian, dia mengatakan, baik kasus dugaan penggunaan sabu maupun dugaan perselingkuhan, menjadi materi pemeriksaan yang dilakukan oleh Divisi Propam Polri terhadap perwira menengah tersebut. 



Okezone.com

Guru Honorer SD Nyambi Jadi Kurir Ganja

Global News World : BANDUNG - Pria berinisial A (28) diciduk aparat Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung lantaran menjadi kurir ganja.

Ia ditangkap di Jalan Laswi Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 6 September 2013 saat mengantar ganja. Dari pelaku, petugas mendapati ganja seberat 2,5 kilogram.

“A ini belum sempat mengantarkan ganja ke suatu tempat yang dijanjikan, keburu ketangkap,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Agus Dwi Hermawan, Jumat (20/9/2013).

A sendiri mendapat perintah untuk mengantar ganja dari EK yang kini masih diburu polisi. “A ini berperan sebagai kurir. Dia baru sekali ini melakukannya,” ucapnya.

Agus mengatakan, A belum dijanjikan akan mendapat upah berapa dari jasanya sebagai kurir. Kemungkinan, A terdesak kebutuhan ekonomi sehingga mau jadi kurir ganja.

Kepada polisi, A mengaku sebagai guru honorer di salah satu SD di Kabupaten Bandung. “Tersangka juga mengaku masih kuliah di perguruan tinggi terbuka,” jelasnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan, A terbukti positif pengguna ganja. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya.

Okezone.com

Polisi Buru Ibu dan Pembeli Bayi dari Bidan T

Global News World : BANDUNG - Petugas Kepolisian masih bekerja keras untuk mengusut kasus penjualan bayi yang dilakukan bidan T. Polisi memburu ibu kandung bayi dan orangtua yang membeli bayi.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman untuk menelusuri jejak-jejak penjualan bayi yang dilakukan bidan T.

"Kita telusuri dari buku catatan yang kita temukan di rumah tersangka. Di situ tertulis nama dan daerahnya, tapi tidak begitu jelas," tuturnya.

Selain terdapat nama dan alamat, di buku catatan itu juga ada pernyataan dari kedua belah pihak dengan perantara bidan T untuk melakukan transaksi penjualan.

Ditanya apakah saat ini tersangka kooperatif selama diperiksa, Martinus mengaku jika penyidik masih membujuk bidan T agar membeberkan semuanya.

"Dari awal kita sudah mengajak agar bisa membuka semuanya untuk kepentingan penyidikan. Kita ingin selesaikan ini semua. Dan kita berharap bisa mengetahui siapa orang yang terlibat disitu," tukasnya.

Seperti diketahui, bidan T tertagkap tangan melakukan transaksi penjualan bayi. Dari hasil pemeriksaan, bidan T terbukti melakukan penjualan bayi sebanyak tujuh kali. Enam kali berhasil, dan satu kali tertangkap tangan oleh polisi.

Okezone.com

Penjualan Bayi oleh Bidan T, Polisi Kesulitan Temukan Ibu Asli

Global News World : BANDUNG - Delapan orang saksi sudah diperiksa terkait penjualan bayi yang dilakukan oleh bidan T di Cipadung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, Sabtu (21/9/2013), mengatakan, hingga kini pihak kepolisian masih kesulitan menemukan orangtua asli bayi terakhir yang dijadikan bukti aktivitas jual beli bayi oleh bidan berstatus PNS tersebut. Bayi terakhir itu hendak dibeli oleh petugas yang menyamar.

Saksi-saksi yang diperiksa merupakan keluarga sang bidan serta pembantu yang tinggal di rumah sekaligus tempat praktik sang bidan. Ketua RT dan Ketua RW juga dimintai keterangan.

Untuk sementara, bayi yang belum diberi nama masih dititipkan di Panti Rehabilitasi P2TP2A Jawa Barat.

Seperti diberitakan, bidan T ditangkap petugas Polda Jabar karena menjual bayi yang baru lahir kepada petugas yang menyamar. Sejak 2011, T diketahui sudah menjual tujuh bayi. Bayi laki-laki dijual Rp7 juta sedangkan perempuan dijual Rp3 juta.

Okezone.com

Mobil Murah Berpotensi Bikin Macet, Polda Jabar Tak Berkutik

Global News World : BANDUNG - Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Rusdi Hartono, menilai, kebijakan pemerintah pusat yang memberi izin mobil murah atau low cost green car (LCGC) bakal berdampak signifikan terhadap kondisi lalu lintas.

Kemacetan, kata dia, akan semakin menjadi. Pasalnya pertumbuhan kendaraan tidak sebanding dengan infrastruktur.

“Ini kebijakan pemerintah pusat. Kami tidak bisa apa-apa. Yang pasti kebijakan ini akan memberi dampak pada kondisi lalu lintas,” kata Rusdi di Mapolda Jabar, Sabtu (21/9/2013).

Saat ini, polisi hanya bisa mendata jumlah kendaraan yang ada. Namun untuk melakukan pelarangan mobil murah masuk ke Jabar, hal itu bukan kewenangannya.

Rusdi membeberkan, pertumbuhan kendaraan baru di Jabar terbilang tinggi. Setiap bulannya, rata-rata ‎ada peningkatan sekira 10 persen. Baik itu kendaraan roda dua maupun empat. Namun peningkatan masih didominasi kendaraan roda dua.

Rusdi berharap, kebijakan mobil murah bisa dibarengi dengan peningkatan infrastruktur jalan. Hal tersebut harus dilakukan agar lalu lintas di Jabar tidak padat.

Okezone.com

Polisi Harus Usut Dugaan Pelecehan Kitab Suci di Nganjuk

Global News World : SURABAYA - Temuan Kitab Suci Alquran yang berlumuran kotoran membuat resah warga, khususnya di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Temuan tersebut sudah tiga kali terjadi di Masjid Al-Islah, Desa Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.

Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur mengecam keras penghinaan Kitab Suci itu. Presedium JIAD Jatim, Aan Anshori, mendesak agar polisi segera mengusut tuntas kasus ini.

“Kitab suci adalah simbol kesucian agama. Segala bentuk upaya pelecehan atasnya merupakan tindak pidana,” kata Aan kepada Wartawan, Sabtu (21/9/2013).

Ia juga meminta peran serta tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyikapi kondisi ini dengan bijak. Biarkan polisi berkerja dan jangan terprovokasi.

“Saya yakin warga Nganjuk sudah cukup dewasa untuk tidak terprovokasi melakukan kekerasan dalam menyikapi hal ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Kitab Suci Alquran yang dipenuhi kotoran ditemukan tergeletak di lubang toilet Masjid Al Islah. Peristiwa itu sudah terjadi tiga kali. Pertama pada 4 September, kemudian 16 September, dan terakhir 19 September 2013.

Okezone.com

Kecelakaan di Puncak, Truk Nyemplung ke Sungai

Global News World : JAKARTA - Sebuah truk bernomor polisi B 9674 GYT mengalami kecelakaan dan masuk ke sungai di Jembatan Cigundul, Cimacan, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 00.38 WIB dini hari.

"Kecelakaan truk B 9674 GYT masuk ke sungai di Jembatan Cigundul, Cimacan, Puncak," begitu diunggah di akun twitter @TMCPolda Metro, Sabtu (21/9/2013).

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab dan korban jiwa atas peristiwa tersebut, pasalnya saat ini evakuasi sedang dilakukan oleh petugas kemananan setempat.

"Masih menunggu peminjaman crane," tutupnya.

Okezone.com

Avanza vs Pemotor di Ciledug, 1 Tewas

Global News World : JAKARTA - Seorang tewas akibat mobil Toyota Avanza bernopol B 1672 EFG menabrak pengendara sepeda motor Yamaha bernopol B 3308 SBJ di Jalan H Saidi, Ciledug, Jakarta Selatan.

"Kecelakaan Toyota Avanza B 1672 EFG & Pemotor Yamaha B 3308 SBJ di Jl. H Saidi Ciledug, sekira pukul 01.48, korban meninggal satu orang," tulis di twitter @TMCPoldaMetro, Sabtu (21/9/2013) dini hari.

Belum diketahui penanganan kecelakaan dan jenazah korban meninggal di lokasi kejadian. Pasalnya, ketika Wartawan akan mengkonfirmasi kabar tersebut belum ada jawaban dari pihak TMC Polda Metro Jaya.

Masih akun @TMCPoldaMetro, kecelakaan juga menimpa pengendara sepeda motor Honda bernopol B 6978 KFU yang menjadi korban tabrak lari di dekat perlintasan kereta Api Permata Hijau. Korban menglami luka-luka dan dilarikan ke RS Fatmawati.  


Okezone.com

Parkir Sembarangan, Jangan Cuma Motor yang Dikempesin

Global News World : JAKARTA - Ketua Dewan Transportasi, Azas Tigor Nainggolan, mengapresiasi pihak Kepolisian dengan Dinas Perhubungan (Dishub) yang memberikan sanksi terhadap sepeda motor yang parkir sembarangan di pinggir jalan.

"Saya kira cara pencabutan pentil ban sepeda motor ini sangat bagus dan bisa membuat efek jera untuk menertibkan parkir liar di badan jalan," kata Azas Tigor saat dihubungi Okezone, Sabtu (21/9/2013).

Namun demikian dia berharap, petugas menindak tegas dan tidak pandang bulu memberikan sanksi terhadap kendaraan yang diparkir di pinggir jalan dan kerap menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.
  
"Ke depan sebaiknya dilakukan secara konsisten dan juga pada mobil-mobil yang parkir sembarangan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, lantaran parkir sembarangan di pinggir Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, belasan ban sepeda motor digembosi petugas. Selain mencabut pentil ban motor, Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya juga menempelkan striker berisi pemberitahuan kepada pengendara agar tidak parkir di sembarang tempat.

Razia tersebut akan terus dilakukan oleh Petugas Dishub DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya agar jalan umum terbebas dari parkir liar. 


Okezone.com

Pemicu Bentrok di LP Salemba Dipindah ke Cipinang

Global News World : JAKARTA - Paska keributan yang terjadi Rumah Tahanan (Rutan) Salemba pada Kamis malam kemarin, petugas langsung memindahkan dua orang napi yang menjadi biang kerok keributan.

"Ali dipindah ke Lapas 1 Cipinang, sedangkan Indra ke Lapas Salemba," kata  Kepala Rutan Salemba, Samsul Hidayat di Rutan Salemba, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2013).

Menurut Samsul, keduanya napi yang mempunyai kasus yang berbeda sebenarnya masa tahanan salah satunya segera berakhir. "Ali masih kurang 4 bulan lagi, sedangkan Indra 2 tahun lagi, " tuturnya.

Bentrok antarnapi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba menyebabkan enam napi mengalami luka-luka. Bentrokan dipicu masalah utang piutang sebesar Rp100 ribu.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat  AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, kejadian berawal dari seorang tahanan bernama Ali yang menagih utang ke Indra. Aksi membuat Indra tersinggung sehingga keduanya adu mulut hingga berlanjut adu jotos antar tahanan Blok D melawan Blok E pada pukul 18.30 WIB.

Adapun napi yang mengalami luk-luka tusuk yakni, Tinton dari blok D. Dia mengalami luka tusuk dibagian dada kiri kurang lebih lima centimeter. Sedangkan napi yang penghuni blok E, Glen Maisalamon, mengalami luka pada bagian pinggang kanan yang cukup dalam, sementara Firdaus mengalami luka sobek dibagian bahu kanan atas kurang lebih 8 centimeter.

Ditambahkannya, napi lainnya, seperti Riki Umbara mengalami luka sayatan dibagian punggung belakang sebelah kiri dan kanan, disusul. Dua napi lainnya, Arnado mengalami luka pada bagian pinggul belakang sebelah kanan  dan yang terakhir napi bernama Endang Jimmy, mengalami luka  pada bagian kepala dengan tiga sayatan, satu dikening, bahu sebelah kiri dan pergelangan tangan.

Rutan Salemba kini dihuni oleh 3.600 napi, padahal kapasitasnya cuma 862 napi. "Ya dikatakan overcapacity benar, setiap harinya shift-shift-an, seharinya ada sekitar 148 orang (penjaga)," tutupnya.

Okezone.com

Napi Kasus Narkoba Tewas di Lapas Cipinang

Global News World : JAKARTA - Seorang narapidana tewas di dalam kamar tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, tadi malam.

Kepala Lapas Cipinang, Dewa Putu Gede mengatakan, narapidana yang tewas merupakan tahanan pindahan dari Lapas Narkoba Salemba bernama Pati Taulani (40).

"Menurut kawan di lapasnya, hari Jumat biasanya dia melaksanakan salat Jumat, tetapi pada hari itu dia tidak salat, teman-temannya sempat bertanya tumben dia tidak salat. Katanya dia mau tidur istirahat," ujar Dewa Putu saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/9/2013).

Kata dia, pada sore harinya Pati memang terlihat tidur di lantai karena merasa kegerahan. "Memang dia sedang tidur di lantai, karena merasa panas," tuturnya.

Kata Dewa Putu, hasil keterangan dari dokter, di tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Dia narapidana narkoba yang sudah divonis 6 tahun penjara, atas pelanggaran pasal 114 U Narkoba Nomor 35. Sebelumnya yang bersangkutan pun tidak pernah mengeluhkan sakit," lanjutnya.

Kata dia, keluarga Pati telah menolak jasadnya untuk diautopsi, dan jenazah saat ini sudah dibawa pulang keluarga ke Ciawi, Bogor, Jawa Barat untuk dimakamkan.

Okezone.com

Marzuki Alie: Banyak Anggota DPR Tak Kompeten

Global News World : JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie angkat bicara soal ‘lobi toilet’ yang diduga dilakukan anggota Komisi III DPR dengan calon hakim agung, beberapa waktu lalu. Marzuki mengakui tak semua anggota DPR berkompeten di bidangnya.

"Anggota dewan di DPR itu banyak diisi oleh politisi yang tidak berkompeten, ada juga yang malas. Itu kembalikan ke parpol tanggung jawabnya," kata Marzuki Alie dalam disikusi Sindo Trijaya, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2012).

Sebagai Ketua DPR, dia mengaku tidak mempunyai hak untuk menegur anggotanya. Dia pun menyerahkan semuanya kepada ketua fraksi untuk menegur jajarannya.

"DPR itu unik, ketua kok enggak punya wewenang menegur dan memecat. Itu semua diserahkan kepada partai dan komisi. Kalau rekrutmen diserahkan seperti saat ini akan menjadi dampak. Saya tidak yakin akan ada perubahan signifikan nantinya," paparnya.

Dia juga berharap, kritikannya dapat menjadi bahan evaluasi bagi calon anggota DPR periode mendatang. "Tak apa saya dibilang kontroversial dengan pernyataan saya, tujannya untuk negara kok," pungkasnya.

Okezone.com

4 Terobosan Mutakhir Kemenag di Musim Haji 2013


Global News World : Jakarta - Tahun demi tahun pelayanan kenyamanan dan keamanan bagi jamaah haji Indonesia terus ditingkatkan. Untuk mencapai target kenaikan 83 persen kepuasan para tamu Allah, Kementerian Agama (Kemenag) membuat berbagai terobosan seperti 4 hal ini:

Pada tahun 2012, Indonesia menyabet medali emas sebagai penyelenggara ibadah haji terbaik sedunia versi World Hajj and Umrah Convention (WHUC), mengalahkan Malaysia dan Turki.

Musim haji 1434 Hijriah/ 2013 Masehi ini, Kemenag menargetkan angka kepuasan jamaah haji hingga 83 persen. Terobosan-terobosan baru mulai diuji coba terhadap jamaah haji Indonesia mulai dari kantong urine hingga fasilitas penyimpanan uang.

Berikut 4 terobosan muktahir Kemenag seperti dirangkum detikcom, Sabtu (21/9/2013) 

detiknews.com