Global News World : DEPOK - Grup Santika Indonesia Hotels and Resorts
mengaku belum merasakan dampak pelemahan nilai rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat. Sejauh ini, pihak hotel belum berencana menaikan tarif
atau rate kamar.
Corporate Director Sales and Marketing Hotel
Santika Indonesia dan Resorts Guido Andriano mengatakan secara efek
jangka pendek di bidang perhotelan belum terasa. Tetapi akan berbeda
jika harga komoditi sudah ikut naik, ia memprediksi akan terjadi dampak
meski tidak signifikan.
"Apakah krisis ini berpengaruh pada
harga, kalau berpengaruh sejauh ini tidak terasa, apakah akan
berpengaruh terhadap harga, sejauh ini kami belum berencana, dan
mempunyai komitmen serta perjanjian dengan konsumen," ujarnya kepada
wartawan usai acara peresmian Hotel Santika dan Apartemen Margonda
Residence III di Jalan Raya Margonda, DMall, Depok, Sabtu (31/08/2013).
Bahkan
pihaknya menargetkan akan membuka hotel di 100 titik dalam kurun waktu
beberapa tahun ini. 100 hotel tersebut ditargetkan rampung tahun 2016.
"Kami optimis 100 hotel akan tercapai, sudah ada rencana tertulis," paparnya.
Sebelum
Hotel Santika ke 59 resmi dibuka di Depok, kemarin Hotel Santika ke 58
juga dibuka di Bekasi. Sejauh ini Hotel Santika sudah memiliki hotel
bintang lima di kawasan Ambarukmo, sementara terdapat tiga villa and
resort dengan fasilitas bintang 5 plus.
"Tahun ini kami fokus
buka Amaris dan Santika. Ke 58 Bekasi kemarin baru soft opening, kalau
di Depok sudah resmi dan betul - betul siap mulai hari ini. Tahun ini
menunggu Hotel Santika premier di Gubeng Surabaya, Bintaro, lalu Harapan
Indah Bekasi, dan Hotel Santika Cikarang. Untuk Amaris masih menunggu
Batam mungkin tahun ini," tutup Guido.
Okezone.com
Tampilkan postingan dengan label Property. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Property. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Agustus 2013
Pertempuran Sengit Dunia Properti di Depok
Global News World : DEPOK - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meresmikan
Hotel Santika ke-59 di Depok. Hotel tersebut berada satu gedung dengan
Apartemen Margonda Residence III, yang juga baru saja diluncurkan.Nur Mahmudi mengatakan, Depok sudah menjadi kota yang merupakan wajah Indonesia. Di mana plural penghuni warganya, plural sisi etnisnya, plural budayanya, agama dan kepercayaannya. Sehingga hal itu membuat minat investor melirik pangsa pasar di Depok.
"Tak mustahil terjadi pertempuran, perlombaan, dan persaingan susasana industri services. Pola iklim persaingan yang cukup alot, kuncinya hanya satu bagi investor, sabar dan jeli. Kesabaran kita menghadapi persaingan. Jeli membaca kesempatan, di sini terus menentukan bentuknya, pusat ekonomi kota Depok," ujarnya dalam acara peresmian Hotel Santika dan Apartemen Margonda Residence di DMall, Depok, Sabtu (31/08/2013).
Nur Mahmudi meminta setiap pengusaha yang ingin berinvestasi di Depok agar menempuh jalur perizinan yang sesuai prosedur. Pihaknya juga menjamin akan mempermudah perizinan jika seluruh tahap telah dilewati termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
"Depok membuka peluang yang ada. Bapak ibu yang terlanjur menjadi 'mangsa' atau konsumen, jangan mundur tapi dilanjutkan lagi ada apa di dalamnya itu. Agar ikut menjadi pelaku peradaban di Depok. Hotel Santika siap free WiFi, kami juga siapkan Free WiFi di Margonda," ungkapnya.
Pertempuran yang dimaksud adalah hingga kini Depok memiliki lebih dari lima apartemen di wilayah Jalan Margonda, belum wilayah lainnya. Sementara jumlah koleksi hotel juga bertambah menjadi tiga titik di Jalan Margonda, dari sebelumnya hanya satu titik.
Okezone.com
Margonda Residence III, Kawasan Pioner di Depok
Global News World : DEPOK - Apartemen Margonda Residence III dinilai
sebagai kawasan pioner di Depok. Pasalnya, apartemen tersebut memadukan
konsep apartemen modern, hotel modern minimalis dan mall dalam satu
lokai (One Stop Living).
Direktur Utama Cempaka Group Teddy Budianto mengatakan kebutuhan konsumen atas hunian hotel di Depok cukup tinggi. Saat ini saja, baru ada satu hotel bintang tiga dengan jumlah kamar masih dibawah 100 kamar.
Hari ini memang dilakukan persmian Hotel santika yang terletak di lantai paling atas apartemen. Hotel tersebut memiliki 122 kamar dengan fasilitas restoran, lobi, meeting rooms, fitness center, swimming pool, WiFi
"Banyak konsumen kami dimana rata-rata pebisnis yang mobile, yang mau sewa apartemen tetapi hanya 3 hari, kan enggak mungkin apartemen bisa begitu. Makanya kami siapkan hotel, kami undang direksi Santika kerjasama direksi hotel, setelah melihat perkembangan kota Depok, Santika pun meminta 3 lantai tertinggi dari apartemen kami untuk hotel, 2 lantai untuk ballroom dan lobi," jelasnya dalam sambutan persemian, Sabtu (31/08/2013).
Dia menambahkan kebutuhan hunian dan investasi Depok terus bertambah. Untuk Apartemen Margonda Residence, kata dia, dari 748 unit yang ditawarkan, kini hanya tersisa 20 unit saja dan sudah 100 apartemen yang ditempati.
"Begitu laku, kami bangun 4 dan 5. Sebulan lalu Margonda Residence IV sudah topping off, dan itupun sudah laku 90 persen. Margonda Residence V sampai sekarang belum bangun baru tempat parkirnya saja, tetapi sudah laku 50 persen, dari 750 unit," kata Teddy.
Okezone.com
Direktur Utama Cempaka Group Teddy Budianto mengatakan kebutuhan konsumen atas hunian hotel di Depok cukup tinggi. Saat ini saja, baru ada satu hotel bintang tiga dengan jumlah kamar masih dibawah 100 kamar.
Hari ini memang dilakukan persmian Hotel santika yang terletak di lantai paling atas apartemen. Hotel tersebut memiliki 122 kamar dengan fasilitas restoran, lobi, meeting rooms, fitness center, swimming pool, WiFi
"Banyak konsumen kami dimana rata-rata pebisnis yang mobile, yang mau sewa apartemen tetapi hanya 3 hari, kan enggak mungkin apartemen bisa begitu. Makanya kami siapkan hotel, kami undang direksi Santika kerjasama direksi hotel, setelah melihat perkembangan kota Depok, Santika pun meminta 3 lantai tertinggi dari apartemen kami untuk hotel, 2 lantai untuk ballroom dan lobi," jelasnya dalam sambutan persemian, Sabtu (31/08/2013).
Dia menambahkan kebutuhan hunian dan investasi Depok terus bertambah. Untuk Apartemen Margonda Residence, kata dia, dari 748 unit yang ditawarkan, kini hanya tersisa 20 unit saja dan sudah 100 apartemen yang ditempati.
"Begitu laku, kami bangun 4 dan 5. Sebulan lalu Margonda Residence IV sudah topping off, dan itupun sudah laku 90 persen. Margonda Residence V sampai sekarang belum bangun baru tempat parkirnya saja, tetapi sudah laku 50 persen, dari 750 unit," kata Teddy.
Okezone.com
Investasi Properti di Depok Untung 2 Kalilipat per Tahun
Global News World : DEPOK - Penjualan apartemen di Depok selalu laris
manis. Salah satunya terjadi pada penjualan Apartemen Margonda Residence
I, II, III, IV, dan V.Apartemen tersebut seluruhnya dibangun oleh PT Propindo Sedayu yang merupakan anak perusahaan dari Cempaka Group. Serah terima kunci Apartemen Margonda Residence III telah dilakukan kepada konsumen sejak tanggal 27 Oktober 2012 lalu, dan kini hanya tersisa 20 unit dari total 748 unit.
"Konsumen yang terbagi dua ke dalam kelompok end user dan investor melirik apartemen kami sebagai hunian sekaligus instrumen investasi menjanjikan dengan keuntungan berlipat ganda," ujar Direktur Tekni Cempaka Grup David Sutanto, Sabtu (31/08/2013).
Dia menambahkan, apartemen Margonda Residence III dilengkapi shuttle bus mengakomodir penghuni yang rata-rata penghuninya adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Tahun lalu, harga apartemen tersebut masih Rp 130 juta, namun kini naik dua kali lipat menjadi Rp 240 juta.
"Rp 130 juta saat dibuka, kini tahun 2013 jadi Rp 240 juta. Dalam kurun waktu satu tahun nilai investasi di Depok untung 100 persen atau dua kali lipat, untuk sewa harganya sekitar Rp 2,3 juta per bulan, total sama listrik bisa Rp 2,8 juta per bulan. Jadi mahasiswa biasanya menyewa apartemen kami berdua, jadi patungan," jelasnya.
David memastikan bahwa dalam proyek pembangunan apartemen pihaknya sudah memperhatikan izin lingkungan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pihaknya juga menerapkan konsep Green Building.
"AMDAL kami sudah ada izin dari Pemda, di belakang kami ada Pasar Kemiri, sangat dekat dengan kita tetanggaan, bahkan sering kali depan lobi ada mobil ayam lewat. Baru ada disini kan. Kami juga terapkan Green Building juga dimana kami recycle semua limbah," tegasnya.
Okezone.com
Selasa, 27 Agustus 2013
Jababeka "Impor" Desainer Amerika Bangun Plaza Indonesia
Global News World : JAKARTA - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
bekerjasama dengan PT Plaza Indonesia Realty Tbk akan membangun Plaza
Indonesia. Pembangunan tersebut akan dilakukan di kawasan Jababeka.Presiden Komisaris PT Graha Buana Cikarang, Tanto Kurniawan mengatakan, pemilik Plaza Indonesia, Boyke Gozali mengaku, sudah tidak sabar untuk membangun Plaza Indonesia di kawasan tersebut.
"Dalam penggarapan di Kawasan Industri Jababeka, pihak tersebut pernah berbicara serius mengenai pembangunan Plaza Indonesia," katanya di Jakarta, Selasa (27/8/2013).
Dia juga mengatakan, jika pembangunan Plaza Indonesia itu akan selesai pada pertengahan 2014. Plaza Indonesia tersebut, nantinya akan memiliki luas mencapai 110 meter persegi (m2).
"Desain bangunan ini berasal dari Amerika," ujarnya.
Masih di kawasan yang sama, dia juga menyebut, Jababeka akan membangun sebuah hotel yaitu Hotel Hyatt Regency. Hotel 200 kamar tersebut pembangunannya akan dilakukan bersamaan dengan apartemen di kawasan tersebut.
Okezone.com
"Rupiah Naik, Harga Properti Naik 10%"
Global News World : JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD)
memprediksikan harga properti akan meningkat 8-10 persen. Hal tersebut
tercermin dari semakin tertekannya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap
mata uang dolar Amerika Serikat (AS).Executive Director Capital & Investment Management Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, dengan melihat kondisi seperti itu, tentu akan menambah beban biaya produksi perseroan. Dirinya mengakui saat ini pihaknya sedang menghitung dampak dari persoalan tersebut.
"Cost kita kan pasti naik, tinggal komit. Katakanlah naik 20 persen, komponennya 40 persen, kalau 12 ribu bisa naik sampai 8-10 persen, dampaknya dimargin pasti tergerus," ucap dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/8/2013).
Archied menambahkan, dia akan terus melanjutkan proyek yang tengah dilaksanakan. Pasalnya, respons masyarakat terhadap properti masih cukup kuat, terutama dari kalangan masyarakat menengah ke atas.
"Kita kaji, yang pasti tidak terhenti. Masalahnya kita bias, kalau cancel kita tetep jalan, proyek kita tetap berjalan, cost kita pasti ada peningkatan, demandnya juga masih tetap strong," tambahnya.
Selain itu, kata Archied, belanja modal (capital expanditure/capex) DILD pada semester pertama 2013 sudah terealisasi Rp750 miliar dari total yang dianggarkan untuk tahun ini sekira Rp1,4 triliun - Rp1,5 triliun. Melihat realisasi tersebut. Menurut Archid, DILD akan terus melakukan penambahan proyek.
Archied mengungkapkan, belanja modal (capex) perseroan pada semester I sudah terealisasi sebesar Rp750 miliar, untuk tahun ini 'capex' dianggarkan Rp1,4 triliun. Sehingga ke depan perseroan masih dapat terus menambah proyek.
"Perseroan hanya berusaha untuk terus meningkatkan kinerja, kita sampaikan kinerja perseroan cukup positif," tutupnya.
Okezone.com
Dalam 2 Jam, Ruko Seharga Rp2 Miliar Sold Out!
Global News World : JAKARTA - Sektor properti nampaknya sedang naik daun.
Salah satunya adalah penjualan rumah toko (ruko) yang dilakukan oleh PT
Jababeka Tbk (KIJA).Melalui proyek, Ruko Thamrin Boulevard, Jababeak menawarkan deretan ruko yang terletak di kawasan Jababeka. Ruko tersebut dibanderol mulai dari harga Rp2,3 miliar per unitnya.
Presiden Komisaris PT Graha Buana Cikarang, Tanto Kurniawan saat ditemui dalam launching Ruko Thamrin Boulevard di Plaza Indonesia, selasa (27/8/2013) mengatakan, penjualan ruko tahap pertama sebanyak 26 unit sudah habis terjual.
"Tahap pertama harganya Rp2,3 miliar. Tahap II, harganya Rp2,4 miliar naik 2,5 persen. Habis dalam seminggu," katanya.
Untuk tahap III, Jababeka mulai lagi menawarkan ruko yang juga sebanyak 26 unit. Tahap III yang dilakukan hari ini Jababeka menawarkan 10 unit dari total 26 unit.
Adapun tujuan penjualan dengan cara bertahap tersebut agar memudahkan pembeli memiliki unit ruko yang diinginkan. "Tahap I dan II sebanyak 52 unit, di tambah 10 unit hari ini, jadi dalam dua jam terjual 62 unit senilai Rp155 miliar," ujarnya.
Harga penjualan ruko tahap III ini lagi-lagi juga mengalami kenaikan dibanding harga tahap II. Setidaknya, kenaikan harga ruko mencapai 2,5 persen.
Ruko seluas 162 meter persegi (m2) yang terdiri dari tiga lantai tersebut akan mulai dibangun akhir tahun ini. Dibutuhkan 18 bulan untuk pembangunannya.
Dia menyebut, total keseluruhan pembangunan ruko ini adalah 250 unit. Pihaknya mengaku penjualan ruko dilakukan secara bertahap agar peminat ruko bisa mendapatkan jatah yang sesuai.
Sementara itu, Managing Director Jababeka, Suteja Sidarta menyebut investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan ruko ini sekira Rp120 juta. Investasi tersebut adalah untuk pembangunan ruko tahap I dan II yang masing-masing menghabiskan biaya Rp60 miliar.
"Pembangunan (ruko) butuh 18 bulan setelah down payment (Dp) lunas," tukasnya.
Okezone.com
REI Usulkan Harga Rumah MBR Jadi Rp110 Juta
Global News World : SEMARANG – Real Estate Indonesia (REI) mengusulkan
besaran harga rumah sejahtera tapak untuk masyarakat berpenghasilan
rendah (MBR) di Jawa Tengah naik Rp88 juta menjadi Rp110 juta. Hal itu
mengingat harga lahan untuk pembangunan rumah semakin mahal dan semakin
sempit.
"Harga tanah itu bisa naik 30 persen lebih cepat dibandingkan dengan harga material. Untuk rumah sederhana harga tanah mencapai 50 persen dari total produksi, kalau nggak dinaikkan pengembang kesulitan bangun rumah sederhana," ujarnya Ketua Umum REI Setyo Maharso di sela Rakerda DPD REI Jateng di Semarang senin (26/08/2013)
Selain itu pihaknya juga telah mengusulkan kepada Kementerian Perumahan agar mengubah pola pembiayaan dengan pola sewa beli. Hal ini dilakukan agar masyarakat dengan penghasilan rendah dapat membeli rumah tapak.
"Tenor pinjaman FLPP itu kan bisa sampai 20 sampai 25 tahun. Maka pemerintah bisa buat empat tahun pertama cicil uang muka, baru kemudian cicil rumahnya dengan besaran yang sama," jelas dia.
Dia menambahkan, hasil survei BPS tahun 2010 menyebutkan angka kebutuhan rumah sebesar 3,6 juta unit. Angka tersebut dipastikan mengalami perkembangan seiring pertumbuhan penduduk, khususnya keluarga baru. Setyo mengaku belum punya data pasti soal angka kebutuhan rumah sekarang, tapi berdasar perhitungan pengamat saat ini sudah mencapai sekitar 15 juta unit.
"Seiring rumah tangga baru sebesar 700 ribu tentu itu cukup besar. Kami belum bisa memasok sebesar itu," ujarnya.
Okezone.com
"Harga tanah itu bisa naik 30 persen lebih cepat dibandingkan dengan harga material. Untuk rumah sederhana harga tanah mencapai 50 persen dari total produksi, kalau nggak dinaikkan pengembang kesulitan bangun rumah sederhana," ujarnya Ketua Umum REI Setyo Maharso di sela Rakerda DPD REI Jateng di Semarang senin (26/08/2013)
Selain itu pihaknya juga telah mengusulkan kepada Kementerian Perumahan agar mengubah pola pembiayaan dengan pola sewa beli. Hal ini dilakukan agar masyarakat dengan penghasilan rendah dapat membeli rumah tapak.
"Tenor pinjaman FLPP itu kan bisa sampai 20 sampai 25 tahun. Maka pemerintah bisa buat empat tahun pertama cicil uang muka, baru kemudian cicil rumahnya dengan besaran yang sama," jelas dia.
Dia menambahkan, hasil survei BPS tahun 2010 menyebutkan angka kebutuhan rumah sebesar 3,6 juta unit. Angka tersebut dipastikan mengalami perkembangan seiring pertumbuhan penduduk, khususnya keluarga baru. Setyo mengaku belum punya data pasti soal angka kebutuhan rumah sekarang, tapi berdasar perhitungan pengamat saat ini sudah mencapai sekitar 15 juta unit.
"Seiring rumah tangga baru sebesar 700 ribu tentu itu cukup besar. Kami belum bisa memasok sebesar itu," ujarnya.
Okezone.com
Kamis, 22 Agustus 2013
Target Rumah Murah Terserap 60%
Global News World: MAKASSAR – Dari target 121 ribu unit rumah murah bagi
golongan masyarakat kurang mampu yang dicanangkan pada 2013 oleh
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemepera) per Agustus 2013 sudah terserap
60 persen. Pihak Kemenpera optimistis paling lambat November mendatang,
target sudah terpenuhi.Rumah murah melalui pembiayaan yang terjangkau dengan fasilitas KPR FLPP (Kredit Pemilikan Rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) disosialisasikan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui gelaran ekspo. Pameran yang bertajuk BLU-PPP Expo 2013 ini berlangsung di Hotel Sahid, Makassar, 22-25 Agustus 2013.
KPR FLPP merupakan salah satu program pemerintah pro rakyat di bidang perumahan. Penyalurannya ditujukan kepada MBR oleh BLU-PPP. Dalam program ini terdapat delapan bank nasional dan 17 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang diajak bekerja sama demi melancarkan program ini.
BLU-PPP Expo 2013 di Makassar diikuti enam Bank Umum Nasional, Bapertarum PNS, Perum Perumnas, Jamsostek, Pemkot Makassar, dan 32 pengembang. Pameran ini juga dihelat serentak pada sepuluh kota di Indonesia. Selain di Makassar, berlangsung di Bogor, Medan, Tangerang, Bandung, Semarang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, dan Malang .
"Penyediaan rumah layak huni melalui program FLPP merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah melalui Kemenpera untuk terus memperluas penyediaan perumahan layak huni secara makin merata dan berkeadilan," ucap Agus Sumargiarto, Deputi Pengembangan Kawasan Kemenpera, kepada wartawan, Kamis (22/8/2013).
Menurut Agus, di Sulawesi Selatan sampai pada pertengahan 2013 sudah 5.000 unit rumah sejahtera yang memanfaatkan fasilitas KPR FLPP. Diharapkan, BLU PPP Kemenpera dapat terus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam memberikan fasilitas kemudahan akses perumahan bagi masyarakat.
Pihak Kemenpera sendiri telah menetapkan harga rumah sejahtera tapak dibagi dalam tiga wilayah. Masing-masing, harga paling besar Rp88 juta meliputi Sumatera (kecuali Batam, Bintan, dan Karimun), Jawa (selain Jabodetabek), dan Sulawesi untuk Wilayah I.
Harga maksimal Rp95 juta mencakup Kalimantan, Kepulauan Maluku, dan Kepulauan Nusa Tenggara di Wilayah II. Harga paling tinggi Rp145 juta dalam kawasan Papua dan Papua Barat. Terakhir, wilayah khusus dengan harga paling banyak Rp95 juta di Bali, Jabodetabek, Batam, Bintan, dan Karimun.
Di tempat yang sama, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengutarakan, sejalan dengan dinamika pembangunan, sektor perumahan di Makassar terbilang sangat luar biasa. Ilham menyebut, antara lain melalui program PNPM Mandiri di Makassar sudah dilakukan bedah rumah pada 9.000 unit rumah.
"Pengembang melaksanakan program rumah murah bagi MBR dengan KPR FLPP melalui penyediaan fasilitas seperti pemasangan pagar, plester luar-dalam, dan lantai keramik, sehingga layak huni," tukas Anton R Santoso, Ketua APERSI (Asosiasi Pengembang dan Permukiman Seluruh Indonesia).
Okezone.com
Rupiah Anjlok, Properti di Depok Tetap Stabil
Global News World : DEPOK - Melemahnya nilai rupiah mencapai Rp11.000 per
USD dikhawatirkan akan menggoyangkan sektor properti. Terutama dalam
pemberlakuan suku bunga bank.Direktur Perumahan Griya Bukit Mas, Pitara, Pancoran Mas, Abdul Khaer mengaku melemahnya nilai tukar rupiah tidak terlalu berpengaruh dalam bisnis properti yang digelutinya. Dia menilai kondisi tersebut sifatnya situasional.
"Kalau bagi kami, fluktuasi dolar tak terlalu berpengaruh. Sebab, sifatnya situasional dan berbeda dengan kenaikan BBM yang langsung drastis dampaknya. Kalau berubah, biasanya sudah diantisipasi dan dimasukkan dalam margin," ujar pengusaha properti asal Depok ini, Kamis (22/08/2013).
Menurutnya, kenaikan harga rumah bagi pembeli kredit yang tergantung dari suku bunga bank. Asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) nilai rupiah sebesar Rp 9800 per USD 1. Jika tendensinya bersifat lama, kemungkinan Bank Indonesia bakal melakukan perubahan dan akan menaikkan suku bunga.
"Tentunya, bagi pembeli dengan kredit melalui bank konvensional dan mengikuti kenaikan suku bunga bank. Tapi, ini juga peluang bagi pembeli dengan kredit lewat bank syariah atau sistem flat (suku bunga tetap) tak berpengaruh," paparnya.
Dia juga menuturkan, biasanya kredit dengan bank syariah berdasarkan sistem suku bunga flat lebih tinggi dibanding konvensional.
"Saya biasanya 10 persen dari anggaran yang kita buat toleransi kenaikan dan cover sifatnya situasional seperti ini. Apalagi, koreksi harga kita lakukan tiap tiga bulan sekali. Karena semen dan besi saja bisa naik atau turun secara cepat," terangnya.
Khaer menilai, bila perumahan yang diperuntukkan menengah ke bawah kemungkinan terkena dampaknya. Pasalnya, marjin yang digunakan tipis dan keuntungan sedikit.
"Sehingga, waktu penjualan harus dalam waktu cepat," paparnya.
Ketua Kadin Depok Wing Iskandar menilai lemahnya rupiah tidak terlalu berpengaruh di sektor properti.
"Saya kira semua tergantung kebijakan dan tidak akan turun ke bawah dampaknya. Meskipun rupiah tembus sampai Rp 20 ribu per dolarnya, kalau tidak ada kebijakan dari pemerintah ya tidak pengaruh," jelasnya.
Okezone.com
Rupiah Melemah, Apakah Pasar Properti Terancam?
Global News World : MAKASSAR – Di tengah situasi pemelahan nilai tukar
Rupiah terhadap Dolar AS akhir-akhir ini, tentu pasar domestik ikut pula
mengalami kelesuan. Salah satu sektor pembangunan, yakni pasar
properti, bisa berimbas buruk.Sektor properti seperti pembangunan perumahan bisa-bisa terancam mandek bila kondisi lemahnya mata uang rupiah berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Sebab pasar properti tidak terlepas dari pasar uang.
"Kalau saya lihat untuk hubungan (pembangunan rumah) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu tidak terpengaruh. Pengembang (tentu) sudah banyak stok material dan bahan yang bisa dimanfaatkan sambil menunggu turunnya nilai dolar," kata Agus Sumargiarto, Deputi Pengembangan Kawasan Kementerian Perumahan Rakyat, kepada Okezone di Makassar, Kamis (22/8/2013).
Agus memprediksi penguatan dolar terhadap rupiah tidak akan berlangsung terlalu lama. "Kalau bicara pasar uang jangan-jangan kita hanya jual-beli uang saja. Walaupun kita lihat (pergerakan) dolar ini sudah di atas Rp10 ribu. Tapi kan setidak-tidaknya itu (mungkin) tidak terlalu lama," tambahnya.
Deputi Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan I Sulawesi Maluku dan Papua, Gunawan menanggapi pengaruh fluktuasi rupiah di pasar uang terhadap pasar properti.
"Masalah pasar properti ya saya kira ada sih pengaruhnya nanti tentu REI yang bisa menjawabnya bagaimana. kemudian nilai rupiah itu di dalam perdagangan itu kan berpengaruh karena ada komponen-komponen impor. Kalau dalam pembangunan properti ini juga ada komponen impor mau tidak mau pasti akan terpengaruh," ucap Harimurti.
Diungkapkan, seberapa besar pengaruh dari faktor pelemahan rupiah tersebut tentu di situlah kepiawaian kalangan REI yang diharapkan dapat mengelola pembangunan perumahan yang betul-betul mampu menekan harga sehingga bisa memberikan rumah idaman bagi konsumen. Bukan hanya bentuknya yang indah dan nyaman, tapi juga terjangkau.
Ketika disinggung tentang kemungkinan kredit macet dari sektor perumahan seperti yang terjadi di Amerika bisa dialami juga di Indonesia, baik Agus maupun Harimurti melontarkan perspektif berbeda
"Saya belum melihat ke sana untuk properti bagi MBR. Kita harapkan tidak terjadi bubble di Indonesia karena karakteristiknya agak berbeda. Karena kita belum ada mekanisme mengkapitalisasi kredit, lain di Amerika," katanya.
"Kredit perumahan selalu dikapitalisasi sampai dengan pemilik kredit yang pertama pun tidak tahu sampai di mana fasilitas kredit dia. Kita kan tidak melakukan itu. Itu khusus untuk MBR kecuali kredit perumahan di kelas menengah-atas," imbuh Agus.
Okezone.com
Selasa, 20 Agustus 2013
Crown Group Siapkan USD50 Juta Garap Proyek di DKI
Global News World : JAKARTA - Pengembang properti yang berbasis di
Australia, Crown Group. akan berinvestasi di Indonesia lewat
pengembangan proyek properti di Jakarta. CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, nilai investasi yang disiapkan sebesar USD50 juta untuk tahap pertama.
"Proyek ini akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu beberapa tahun. Untuk tahap pertama sekira USD50 juta," kata Iwan saat jumpa pers di sela-sela acara 2nd Congress of Indonesian Diaspora, di JCC, Jakarta, Selasa (20/8/2013).
Dia menuturkan, saat ini Crown Group tengah menjajaki empat proyek yang akan dikembangkan di Jakarta. Selain itu, pihaknya juga sedang dalam tahap negosiasi dengan satu mitra lokal (pengembang) yang memiliki lahan di Jakarta.
"Kami harapkan sebelum akhir tahun ini sudah ada satu proyek di Jakarta yang bisa kami realisasi," ujarnya.
Lebih lanjut Iwan menyatakan, di Jakarta Crown Group berencana mengembangkan proyek hunian vertikal (apartemen) yang mix dengan ritel.
Okezone.com
Bidik Pelajar RI, Crown Group Bangun Proyek di Australia
Global News World : JAKARTA - Crown Group akan meluncurkan proyek
terbarunya di Sydney, Australia. Proyek yang diberi nama Viva tersebut
akan diluncurkan pada September 2013.Chief Executive Officer (CEO) Crown Group, Iwan Sunito menyebut jika Jakarta masih menjadi salah satu kota yang disasar untuk pemasaran produk ini.
"Proyek baru ini yang di kembangkan oleh Crown Group. Crown Group itu sendiri yang akan di gelar di Jakarta dan Crown Group akan membuat launching bernama Viva yang pertama kalinya dan yang terbesar," katanya saat jumpa pers di sela-sela acara 2nd Congress of Indonesian Diaspora, di JCC, Jakarta, Selasa (20/8/2013).
Rencananya, peluncuran proyek tersebut akan digelar pada September mendatang. Adapun target dari peluncuran proyek tersebut adalah pelajar Indonesia yang menimba ilmu di Australia.
Selain mengembangkan proyek di Australia, Crown Group akan berinvestasi di Indonesia. Nilai investasi yang direncanakan sebesar Rp100 triliun.
"Rencana investasi kita beberapa jumlahnya Rp100 triliun dan akan dilakukan secara bertahap," ungkapnya.
Pria kelahiran Indonesia ini menuturkan, untuk tahap pertama pengembangan proyek di Jakarta Crown Group menyiapkan investasi senilai USD50 juta atau setara Rp500 miliar.
Okezone.com
Iwan Sunito, Raja Properti Australia Asal Suroboyo
Global News World : JAKARTA - Salah satu pengusaha Indonesia yang sukses
berbisnis di luar negeri yakni Iwan Sunito. Dia adalah pendiri sekaligus
CEO Crown Group, salah satu perusahaan properti terbesar di Australia.
Pada Kongres Diaspora Indonesia (KDI) II, Iwan meraih penghargaan
Diaspora Award of Entrepreneurship.Dirinya mendapat penghargaan tersebut karena dinilai sukses menjadi pebisnis asal Indonesia yang berhasil mengembangkan bisnis di luar negeri. Adapun penghargaan yang diraihnya itu adalah bukti dari bentuk kerja keras Iwan selama ini.
Dia pun mengungkapkan kunci suksesnya di sela-sela saat mengahadiri Kongres Diaspora Indonesia II di Jakarta Convention Center (JCC). Menurutnya, untuk menjadi orang sukses selain bekerja keras haruslah bekerja dengan smart serta berjuang dan berusaha untuk terus menjadi nomor satu di antara kompetitor-kompetitor di sekelilingnya.
Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa untuk menjadi sukses tidak boleh mudah menyerah. Menurutnya, orang yang gampang menyerah itu tidak pernah menang, sedangkan orang pemenang tidak akan pernah menyerah.
"Maka dari itu, kita tidak boleh menyerah untuk menjadi sukses. Karena orang yang merasa menang itu mereka tidak pernah menyerah," ujar Iwan ketika ditemui di JCC, Jakarta, Selasa (20/8/2013).
Iwan juga bercerita mengenai pengalamannya saat masih sekolah sampai menjadi raja properti di Sydney, Australia. Iwan mengaku, saat masih duduk di bangku perguruan tinggi dirinya sangat menggemari menggambar, terlebih menggambar rumah. Pasalnya, jurusan yang diambil Iwan saat masih duduk di bangku kuliah dulu adalah arsitektur.
"Dulu saya saat masih sekolah suka gambar. Terus saya gambar rumah orang lain walaupun enggak dibayar, sampai bertahun-tahun seperti itu terus enggak dibayar," ucap Iwan.
Pria kelahiran Surabaya yang besar di Kalimantan ini mengungkapkan, setelah bertahun-tahun akhirnya dirinya memberanikan diri untuk membuka sebuah usaha di bidang properti bersama rekannya yang bernama Paul Sathio, di bawah bendera Crown International Holding Group.
Iwan yang cukup lama tinggal di Sydney pun mengaku bahwa hingga dengan detik ini masih fasih berbahasa Jawa. "Saya masih bisa kok berbahasa Jawa Timur," ucapnya.
Saat ini perusahaan yang dikembangkannya tersebut telah berdiri selama kurang lebih 17 tahun. Sebagai informasi, Crown Group sendiri berencana berinvestasi di Indonesia senilai Rp100 triliun, melalui pengembangan proyek properti yang akan dilakukan secara bertahap (multiyears).
Saat ini, menurut Iwan, total aset yang dimiliki Crown Group sebesar Rp15 triliun, adapun proyek yang sedang dikerjakan saat ini yakni di Australia senilai Rp30 triliun.
Okezone.com
Langganan:
Postingan (Atom)


