Tampilkan postingan dengan label politics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politics. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2013

Klenik di Kalangan Politisi, Nudirman: Itu dari Masa Lalu

Global News world : Jakarta - Nudirman Munir menganggap fenomena klenik di kalangan politisi Indonesia sebagai cerita lama. Apalagi jika masyarakat menghubungkan dengan sosok mendiang Soeharto yang merupakan tokoh Golkar di masa lalu.

"Klenik itu cerita masa lalu. Apalagi kalau bicara mengenai Pak Harto, dibilang soal aliran kejawen dan sebagainya. Kemudian dihubung-hubungkan masyarakat ke hal yang macam-macam," kata Nudirman.

Politisi dari Partai Golkar ini mengaku tidak percaya dengan hal-hal klenik. Dia tidak mempraktikkan itu karena tidak masuk akal.

"Kalau kita pergi ke dukun tapi nggak dipercaya sama masyarakat, ya tetap nggak ada yang memilih. Paling cuma dukun itu saja yang memilih," ujarnya.

Anggota Komisi III DPR ini menyatakan memang sering mendengar soal praktik klenik di kalangan politisi. Namun dirinya tak terlalu menggubris selentingan-selentingan itu.

"Karena saya hidup di lingkungan rasional, besar di Jakarta sih," celetuknya.

detiknews.com

Babak Baru DPD II Vs DPP Golkar

Global News World : Jakarta - DPD II Golkar kembali berontak atas kepemimpinan Ketum Aburizal Bakrie. Sebelumnya DPD II juga pernah berontak ketika tak dilibatkan dalam penetapan capres Ical.

Adalah Ketua Forum Komunikasi DPD II Golkar Muntasir Hamid yang kembali memanaskan situasi internal Golkar menjelang Rapimnas. Mengklaim mewakili DPD-DPD II Golkar, Muntasir menggugat Rapimnas yang akan digelar 18-19 November bulan ini.

Sebelum aksinya kali ini, Muntasir pada pertengahan tahun 2012 lalu juga sempat membuat internal Golkar memanas. Saat itu dia memprotes penetapan Ical sebagai capres Golkar. Protes itu berujung pada pemecatan Muntasir dari posisi Ketua DPD II Golkar Banda Aceh.

Kali ini Muntasir kembali muncul dengan menggugat gelaran Rapimnas. Muntasir ingin DPD II diundang ke Rapimnas.

"Saya atas nama Ketua Forum Silaturahmi DPD II Partai Golkar se-Indonesia sangat menyesali sekaligus prihatin atas tidak diundangnya DPD-DPD II pada Rapimnas Partai Golkar," kata Muntasir dalam siaran pers, Kamis (14/11/2013) kemarin.

Aksi Muntasir ini sejalan dengan manuver Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung. Akbar kerap menyuarakan agar DPP Golkar melibatkan DPD II di Rapimnas.

Babak baru Muntasir vs DPP Golkar pun kembali dibuka. Berikut balas pantun kedua kubu:

detiknews.com

Tanpa DPD II, Golkar Gelar Rapimnas 22-23 November di JS Luwansa


Global News World : Jakarta - Setelah mengalami penundaan, Rapimnas Partai Golkar dipastikan digelar pekan depan. Rapimnas digelar di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

"Kita akan selenggarakan Rapimnas tanggal 22-23 November," ujar Wakil Ketua Organizing Committe Rapimnas Partai Golkar, Erwin Aksa kepada wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Jumat (15/11/2013).

Rapimnas akan diikuti sekitar 800 orang di antaranya anggota DPR, DPD tingkat I, pengurus DPP juga organisasi sayap Golkar. Panitia tidak mengizinkan tamu yang tidak mengantongi undangan.

"Dikarenakan keterbatasan kapasitas ballroom dan kamar jadi hanya orang-orang yang memiliki undangan dan id card saja yang hadir," jelas Erwin.

"Terbatasnya peserta Rapimnas dikarenakan menjaga kemanan dan kenyamanan supaya Rapimnas berjalan dengan baik," imbuhnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung pernah meminta DPP mengikutsertakan DPD tingkat II. "Tingkat II perlu diajak walau bukan dalam pengambilan keputusan karena keputusannya akan berdampak sangat luas bagi kepentingan partai," kata Akbar.

detiknews.com

Sabtu, 21 September 2013

Prabowo Ancam Pecat Anggota DPRD Sulsel Pemukul Wanita Hamil

Global News World : Jakarta - Gerindra akan mengambil sikap tegas atas tindakan yang dilakukan salah seorang anggota DPRD Sulsel yang melakukan pemukulan terhadap wanita hamil beberapa waktu lalu. Sanksi pemecatan akan diberikan jika terbukti melanggar hukum dan bersalah.

Pemecatan tersebut dilakukan setelah melalui proses klarifikasi oleh Majelis Etik Partai Gerindra.

"Kami sudah banyak memecat kader yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Kader Partai Gerindra harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya," kata Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto leewat rilis yang dikirimkan kepada detikcom, Sabtu (21/9/2013).

Politisi Gerindra yang dimaksud adalah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Partai Gerindra, Abdul Chalik Suang. Prabowo mengatakan Majelis Etik Partai Gerindra akan memanggil yang bersangkutan, untuk dimintai keterangan sehubungan dengan kasus yang menimpanya.

"Kami akan memberikan sanksi tegas, dan tidak tertutup kemungkinan dipecat, tergantung hasil Majelis Etik," kata Prabowo.

Prabowo menyebutkan pihaknya telah menindak tegas beberapa kadernya yang melangggar. Sebagai contoh di di NTT dan Jawa Timur.

"Ada yang terlibat kasus susila, dan kasus kriminal lainnya," ucapnya.

"Garis partai sangat jelas, kami memiliki Tri Dharma Partai Gerindra, yaitu berkarya untuk rakyat, belajar dari rakyat, dan berkorban dari rakyat, semua kader harus mengacu kepada tigal hal itu," imbuhnya.

detiknews.com

Muhaimin Instruksikan Caleg PKB Cuma Tidur 2 Jam Sehari

Global News World : Yogyakarta, - Pesta demokrasi tak lama lagi bakal digelar. Partai-partai politik mulai menyiapkan berbagai langkah untuk meraih kemenangan diajang pesta demokrasi. Diantaranya, Partai Kebangkitan Bangsa/PKB yang tengah menyiapkan caleg-calegnya untuk memenangkan Pemilu 2014 mendatang.

Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, caleg harus mampu menggunakan cara-cara kreatif, mencari celah-celah yang tepat untuk meraih kemenangan. Harus mencari ruang dan kekuatan pemilih.

"Caleg selama 7 bulan ini, saya minta tidurnya 2 jam saja sehari. Waktu harus banyak digunakan untuk bergerak melangkah, malemnya untuk wirid, untuk doa,"kata Muhaimin Iskandar, pada Pemantapan Caleg dan Orientasi pemenangan pemilu 2014 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta, Sabtu(21/9/2013).

Muhaimin mengatakan, uang bukanlah segalanya, untuk meraih kemenangan. Namun yang paling penting adalah pertemuan atau tatap muka dengan masyarakat yang menjadi faktor pertimbangan tertinggi. Ia tidak menampik bahwa saat ini, tengah terjadi situasi pragmatis luar biasa di tengah masyarakat.

"Yang nyebar duit tapi tidak melakukan tatap muka, hanya duitnya yang diterima, tetapi tidak dipilih,"katanya.

detiknews.com

Minggu, 15 September 2013

Anas: Pemenang Konvensi Capres Sulit Jadi Presiden 2014

Global News World : JAKARTA- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, turut mengomentari soal konvensi yang digelar bekas partainya.

Anas menilai siapapun yang memenangi konvensi tidak menjadi jaminan bakal terpilih sebagai Presiden di Pemilihan 2014. "Kalau cuaca politik tidak berubah menurut saya siapapun pemenang konvensi itu sulit untuk menjadi pemenang Pilpres," kata dia di rumahnya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013).

Namun, Anas menyatakan, peta politik nasional masih bisa berubah. Alasannya, Pemilihan masih menyisakan waktu 10 bulan lagi. "Tentu kemungkinan dinamika dan fluktuasi itu muncul, kita belum bisa. Tetapi kalau survei yang sekarang yang terdepan memang Pak Jokowi," ujar Anas.

Sementara itu, hari ini, komite Konvensi capres Partai Demokrat menggelar acara pengenalan peserta konvensi capres di Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya. 11 peserta yang akan ikut konvensi, yakni Ali Masykur Musa (anggota Badan Pemeriksa Keuangan), Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Dino Patti Djalal (Duta Besar RI untuk Amerika Serikat), Endriartono Sutarto (mantan Panglima TNI), Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan), Irman Gusman (Ketua Dewan Perwakilan Daerah), Hayono Isman (anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat), Marzuki Alie (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat), Pramono Edhie Wibowo (mantan Kepala Staf Angkatan Darat), Sinyo Harry Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara).

Okezone.com

11 Peserta Konvensi Demokrat Dielu-elukan Pendukungnya

Global News World : Jakarta - Partai Demokrat resmi memperkenalkan 11 orang peserta ajang pencarian bakal capres yang diselenggarakannya. Ketika memasuki ruang acara, 11 orang tokoh peserta konvensi disambut meriah pendukungnya masing-masing.

Peserta konvensi memasuki ruang Puri Agung, Hotel Syahid Jaya, Jakarta, sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu (15/9/2013). Semuanya mengenakan setelan jas warna hitam.

Para pendukung setiap peserta konvensi telah dikelompokkan tempat duduknya. Beberapa tampak membawa atribut seperti poster atau bendera kecil bergambar wajah tokoh yang mereka dukung.

Rencananya, Ketum DPP PD Susilo B. Yudhoyono akan hadir dalam acara ini. Namun hingga pukul 19.10 WIB dia belum terlihat berada di dalam ruangan.

Sebelas peserta konvensi itu adalah Hayono Isman, Dino Patti, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Anies Baswedan, Irman Gusman, Ali Masykur, Marzuki Ali, Endriartono Sutarto, Pramono Edhi dan Sinyo Hari.

detiknews.com

Anas Ragukan Konvensi, Ruhut Sitompul: Pening Kepalaku!

Global News World : Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, meragukan peserta konvensi capres PD bisa menang Pilpres. Ruhut Sitompul menanggapi sinis komentar Anas tersebut.

"Anas itu, pening kepalaku, apa lagi yang mau dibicarakan? Orang mau masuk penjara masih juga bicara," kata Ruhut saat tahlilan 100 hari wafatnya Taufiq Kiemas, di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Minggu (15/9/2013).

Ruhut juga mengatakan, saat ini partainya sedang bekerja keras untuk meraih suara terbanyak saat pemilu nanti. Saat ini, kata Ruhut, Partai Demokrat memiliki nilai survei yang bagus.

"Kami bekerja untuk target mengambil hati rakyat. Insya Allah bisa mencapai 20 persen," ucapnya.

Dia mengatakan segala sesuatu ynanti yang terjadi pada konvensi ini akan diambil menjadi pelajaran bagi partai pimpinan SBY tersebut. "Ini adalah introspeksi dan diambil hikmahnya," kata Ruhut.

Sebelumnya, Anas menilai para peserta konvensi tak akan menang dalam ajang Pilpres.

detiknews.com

Selasa, 10 September 2013

Rizal Ramli: Demokrat Gelar Konveksi Bukan Konvensi

Global News World : JAKARTA - Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli mengkritik konvensi calon presiden (capres) yang digelar Partai Demokrat. Sebab konvensi tersebut, menurutnya, hanyalah akal-akalan untuk meningkatkan citra partai yang beberapa terakhir semakin merosot.

"Itu kan bukan konvensi tapi konveksi, karena memang bendera Demokrat sudah banyak yang sobek-sobek sehingga perlu dijahit ulang," kata Rizal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Menurut pria yang pernah maju sebagai capres independen ini, diantara keseluruhan peserta konvensi, sebenarnya ada beberapa figur yang memiliki kualitas mumpuni yang seharusnya bisa maju sebagai capres tanpa harus mengikuti konvensi.

Figur-figur tersebut, kata Rizal, justru akan terkena imbas dari citra negatif yang disandang Partai Demokrat.

"Beberapa orang bagus, baik, tapi karena itu cuma konveksi partai bermasalah jadi orangnya ikut kena bias rusaknya. Kasihan saja saya, justru dianggap bermasalah," sindirnya.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh mengikuti konvensi Partai Demokrat, diantaranya Marzuki Alie, Irman Gusman, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Ali Masykur Musa, Endriartono Sutanto, Anies Baswedan, Pramono Edhie Wibowo, Dino Patti Jalal, dan Sinyo Harry Sarundajang.

Okezone.com

Sabtu, 31 Agustus 2013

Ahmad Marju Kodri Kalah di Kandang Sendiri

Global News World : TANGERANG - Proses penghitunga hasil pemugutan suara untuk Pemilukada Kota Tangerang masih terus dilakukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing calon. Hasilnya, empat dari calon menang di TPSnya masing-masing kecuali untuk calon pasangan nomor urut 4 yaitu Ahmad Marju Kodri.

Berdasarkan informasi yang di dapat hingga pukul 15.30 WIB perolehan suara dari TPS yang dihubungi sementara hanya Ahmad Marju Kodri (AMK) - Gatot Suprijanto (GS) dengan nomer urut 4 yang kalah di TPS nya.

Di TPS 8 di mana AMK menyalurkan hak suaranya perolehan suara untuk nomer urut 1 sebanyak 8 suara, nomer urut 2 sebanyak 70 suara, nomer urut 3 sebanyak 30 suara, nomer urut 4 sebanyak 42 suara dan nomer urut 5 sebanyak 89 suara.

Sementara di TPS para calon lain, kesemuanya berhasil menang. Seperti di TPS pasangan nomer urut 1, Harry Mulya Zein (HMZ) - Iskandar, di mana HMZ menyalurkan suaranya. Ia mendapatkan suara hingga 70 suara , sementara nomer urut 2 sebanyak 20 suara, nomor urut 3 sebanyak 63 suara, nomer urut 4 kosong dan nomer urut 5 sebanyak 67 suara.

Untuk di TPS Abdul Syukur - Hilmi Fuad dengan nomor urut 2, pemilik nomer urut 1 mendapatkan suara hanya 1, nomer urut 2 sebanyak 221, nomer urut 3 sebanyak 2, nomor urut 4 sebanyak 1 dan nomer urut 5 sebanyak 36.

Untuk nomor urut 3 Dedi "Miing" Gumelar - Suratno Abu Bakar di TPS 12 di mana Ratno melakukan pencoblosan, ia menang. Di mana nomer urut 1 mendapat suara sebanyak 10 suara, nomer urut 2 sebanyak 28 suara, nomer urut 3 sebanyak 127 suara, nomer urut 4 sebanyak 11 suara dan nomer urut 5 sebanyak 95 suara.

Dan untuk TPS di mana calon Wali Kota Tangerang nomer 5, Arief Wismansyah menyalurkan hak pilihnya perolehan suara unggul. Untuk nomer urut 1 kosong, nomer urut 2 sebanyak 4 suara, nomer urut 3 sebanyak 60 suara, nomer urut 4 kosong dan nomer urut 5 sebanyak 192 suara.

Untuk diketahui, Dalam pertarungan politik kali ini memperebutkan tahta Walikota dan Wakil Walikota pada Pemilukada Kota Tangerang, ada lima pasangan calon yang akan berupaya memperebutkan suara warga Kota Tangerang yang mencapai 1.161.855 orang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Lima pasangan calon diantaranya adalah pasangan Harry Mulya Zein - Iskandar nomor urut satu, pasangan Abdul Syukur - Hilmi Fuad nomor urut dua, pasangan Dedy "Miing" Gumelar - Suratno Abu Bakar nomor tiga, pasangan Ahmad Marju Kodri - Gatot nomor empat dan Arief- Sachrudin nomor lima.

Okezone.com

Arief - Sachrudin Unggul Sementara Versi Quick Count

Global News World : TANGERANG - Pasangan calon Wali Kota Tangerang dan Wakil Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah-Sachrudin unggul sementara pada penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). 

Direktur PT LSKP Sunarto Ciptoharjono, mengatakan, pasangan nomor urut 5 yang didukung Partai Demokrat, PKB dan Gerindra ini meraih presentase hingga 47.93 persen.

" Dari data yang masuk atau 82.66 persen suara hingga pukul 15.58 WIB pasangan Arief - Sachrudin ada di posisi teratas, dengan sampai 271 TPS," jelasnya, Sabtu (31/8/2013).

Sementara untuk selanjutnya diikuti pasangan nomor 2 atau Abdul Syukur - Hilmi Fuad sebanyak 25,85 persen. Selanjutnya diikuti nomor urut 3 pasangan Dedi "Miing" Gumelar - Suratno Abu Bakar sebesar 18,49 persen.

Dan untuk nomer keempat dalam perhitungan, pasangan nomer 1 yang diusung Hanura, PPP dan PKNU sebanyak 5,76 persen sementara yang paling bontot adalah pasangan nomor urut 4, Ahmad Marju Kodri (AMK) - Gatot Suprijanto yang hanya berhasil duduk di peringkat bontot atau 1,98 persen.

Okezone.com

Komite Konvensi: Mubarok dan Isran Noor Tak Diundang karena Tak Serius

Global News World : Jakarta - Dua kader Partai Demokrat (PD), Achmad Mubarok dan Isran Noor, sempat menyatakan niatnya untuk ikut konvensi capres Partai Demokrat (PD). Namun akhirnya keduanya tak diundang Komite Konvensi. Kedua tokoh ini tak diundang karena terkesan tak serius.

"Jumlah yang diundang terbatas, jadi kami harus mengeliminasi," kata Sekretaris Komite Konvensi Suaidi Marasabessy saat dihubungi, Sabtu (31/8/2013).

Suaidi mengatakan yang diundang oleh Komite adalah mereka yang memenuhi syarat dan menyatakan minatnya untuk ikut konvensi. Sementara, baik Mubarok maupun Isran Noor, menurut Suaidi, belum pernah menghubungi komite dan menyatakan minatnya.

"Kalau pernyataan di media saja kan tidak bisa dijadikan landasan. Jadi tidak terkesan serius," ujarnya.

Anggota Dewan Pembina PD Achmad Mubarok tadinya sempat sesumbar akan ikut konvensi capres. Dia bahkan mengklaim didukung oleh tiga konglomerat. Sementara nama Bupati Kutai Timur Isran Noor sempat masuk dalam 12 nama kandidat peserta konvensi. Namun seperti diketahui, akhirnya keduanya tak ada yang menjadi peserta.

detiknews.com

Jokowi Batal Hadiri Kampanye Pilgub Riau, Massa Kecewa

Global News World : Pekanbaru - Gubernur DKI Joko Widodo batal menghadiri kampanye Pilgub Riau untuk pasangan yang diusung PDIP dan PKB Lukman Edy-Suryadi (LURUS). Massa yang telah menunggu pun kecewa.

Kampanye pasangan cagub cawagub nomor urut 3 itu digelar di Lapangan Belimbing, Pekanbaru, Sabtu (31/8/2013). Kampanye dimulai sejak pukul 15.00 WIB, namun hingga pukul 17.00 WIB Jokowi belum juga datang.

Informasi yang dihimpun, saat ini Jokowi masih berada di Universitas Andalas, Padang. Tak hanya Jokowi, artis papan atas Ahmad Dhani yang juga penganggum PKB tak kunjung hadir. Ahmad Dhani digantikan artis lainnya Iyet Bustami.

Batalnya kehadiran mantan Wali Kota Solo itu disesalkan oleh sejumlah masa pendukung. Mereka merasa tertipu lantaran kehadiran Jokowi sudah banyak diberitakan media massa sebelumnya.

"Kayaknya panitia kampanye LURUS bohongin warga. Katanya Pak Jokowi datang, sampai selesai kampanye tak juga ada," kata salah seorang massa kampanye, Ridwan kepada detikcom.

"Panitianya bohong saja, Jokowi tak jadi datang, Ahmad Dhani juga batal. Kita mau meramaikan ini karena dijanjikan ada Jokowi dan Ahmad Dhani," lanjut pendukung lainnya Hermanto.

Kampanye Lukman Edy yang juga mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) itu dihadiri oleh ratusan orang. Kampanye LURUS ini turut hadir Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Indra Mukhlis Adnan yang tak lain kakak kandung Lukman Edy. Indra dikenal Bupati yang punya moge dan mobil mewah Hummer.

Dalam kampanyenya Lukman Edy berjanji jika terpilih sebagai Gubernur akan memberantas korupsi di Riau. Dia juga menjanjikan masyarakat desa akan dibagi kebun sawit.

detiknews.com

Selasa, 27 Agustus 2013

Pemilih Golput Tanggung Jawab Caleg, Parpol & KPU

Global News World : JAKARTA - Setiap pelaksanaan Pemilu tak pernah luput dari masyarakat yang enggan menggunakan hak suaranya atau dikenal dengan istilah Golput.

Menurut Ketua LBH Penegak Demokrasi Pemilu, Didi Supriyanto, persoalan Golput selalu identik dengan kalangan pemuda. Untuk itu, dia menilai pentingnya melibatkan pemuda dalam pelaksanaan Pemilu.

Kata dia, salah satu solusi yang bisa ditawarkan, yakni dengan melibatkan para pemuda dalam pesta demokrasi itu. "Kelompok muda ini salah satu solusinya harus dilibatkan dalam Pemilu, bisa dijadikan saksi, atau pengawas," katanya dalam diskusi  bertajuk Dibalik Konvensi - Caleg Harus Mawas Diri, DCT-DPT Menanti di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2013).

Selain kelompok muda, sambung Didi, ada kelompok lain yang juga kerap memilih Golput, yakni kelompok pemalas, untuk kategori ini memang perlu diberikan pemahaman dan sosialiasi agar bisa tetap menggunakan hak suaranya.

Kemudian, kelompok yang memang sengaja tidak mau datang untuk menggunakan hak suaranya. Ini juga perlu diberikan pemahaman mengenai manfaat dan tujuan Pemilu.

"Menurut saya, hal ini harus menjadi tugas para Caleg, Parpol, dan KPU itu sendiri. Agar tidak ada lagi pemilih yang Golput," tukas pria yang juga Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Okezone.com

Halal Bi Halal Golkar untuk Perkuat ARB

Global News World : JAKARTA - Momentum halal bihalal yang digelar Partai Golkar kemarin masih menyisahkan beragam alternatif konfigurasi politik di 2014. Pasalnya, acara tersebut dihadiri sejumlah elit parpol seperti Ketua Umum Partai Demokrat yang sekaligus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Mata dan Ketua Umum sekaligus Capres Partai Hanura Wiranto.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menganggap halal bihalal partai berlambang pohon beringtin itu menarik dicermati mengingat hasil survei terbaru yang digelar sebuah harian nasional masih menempatkan nama Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di posisi lima besar sebagai calon presiden 2014.

"Tidak salah kalau PKS di acara tersebut memuji habis Golkar serta tawaran Golkar untuk mengajak Demokrat berkoalisi di Pilpres mendatang. Golkar masih dipandang parpol-parpol lain begitu seksi mengingat di sisi lain popularitas kader PDIP Joko Widodo (Jokowi) begitu menanjak terus. Parpol lain masih melihat Golkar adalah kawan potensial untuk berkoalisi membendung kedigdayaan elektabilitas Jokowi, Selasa (27/8/2013).

Pria yang juga mengajar dibeberapa kampus ini, antara Golkar dan parpol-parpol lain selain PDIP dan Gerindra, seperti ada mutualisma bersama untuk berancang-ancang menyiapkan platform koalisi jika PDIP atau Gerindra bisa meraup suara banyak yang berhak mencalonkan pasangan Capres-Cawapres sendiri di Pilpres 2014 mendatang.

"Istilahnya Golkar dan partai-partai dalam koalisi Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini sedang galau menghadapi fenomena Jokowi," pungkasnya.

Okezone.com

Ide NasDem Dibawa Endriartono ke Demokrat

Global News World : JAKARTA - Mantan anggota Dewan Pembina Partai NasDem, Endriartono Sutarto, datang memenuhi undangan prakonvensi calon presiden Partai Demokrat. Dia datang sekira pukul 15.50 WIB dengan mengenakan batik warna hijau.
 
"Ini sudah bersiap pakai baju batik," kata Endriartono, ketika disinggung persiapannya datang ke Wisma Kodel, Jakarta, lokasi digelarnya prakonvensi, Selasa (27/8/2013).
 
Endriartono mengaku siap mengikuti konvensi dengan segala konsekuensinya. Mantan Panglima TNI itu juga mengatakan datang dengan membawa ide dan gagasan ke Partai Demokrat.
 
"Siap dari sejak dulu mulai berpolitik harus siap dong. Artinya, kita punya ide dan gagasan," katanya.
 
Ditanya lebih jauh soal visi-misi yang akan dibawa untuk konvensi ini, Endriartono tak mau menjelaskannya. Sebab, dia merasa visi-misi itu harus disampaikan dahulu ke Komite Konvensi Capres Partai Demokrat, baru dipaparkan ke publik.
 
"Kan belum saya paparkan (visi-misi). Gimana kalau belum saya omongin kepada Komite diomongin ke sini. Nanti malah tersinggung," jelasnya. 

Okezone.com

Sabtu, 24 Agustus 2013

Dino Patti Djalal: Saya Capres Paling Miskin

Global News World : JAKARTA - Sejumlah orang dari berbagai kalangan dan latar belakang profesi mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat. Beberapa nama yang disebut mengikuti konvensi bahkan sudah membentuk tim sukses. Namun tidak demikian dengan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal yang mengaku tidak mempunyai modal untuk mengikuti konvensi tersebut.

"Saya ini kandidat paling tidak bermodal. Peter Gontha bilang Dino kan paling tidak bermodal," kata Dino, usai mengikuti pendalaman peserta konvensi di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/8/2013).

Namun, mantan Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri itu tidak patah semangat. Dia optimis dapat mengikuti konvensi dengan baik. Bahkan, dia mencontohkan Presiden SBY yang berlatar belakang tentara dapat memimpin negara ini dua periode.

"Seorang insinyur di Jeman bisa jadi presiden, ulama bisa jadi presiden, tentara dari Pacitan bisa jadi presiden. Mudah-mudahan dalam sejarah, hal ini bisa berlaku. Pemilu juga bukan ditentukan modal," ujar suami Rosa Rai itu optimis.

Okezone.com

Dianggap Tak Beretika, Partai Demokrat Cuek

Global News World : JAKARTA - Partai Demokrat dianggap tak beretika lantaran "membajak" kader partai politik lain untuk ikut konvensi calon presiden. Partai Demokrat tak menghiraukan tudingan itu.

"Ya tidak apa-apalah biarkan saja. Kita kan ini hanya untuk memikirkan bangsa saja. Kalau kita memikirkan soal bangsa, maka kepentingan golongan dan partai nomor dua," kata Ketua Harian Partai Demokrat, Syarif Hasan di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2013) malam.

Syarif tak mau ambil pusing dengan tudingan tersebut. Suami Inggrid Kansil itu justru menyerahkan semua penilaian apa yang dilakukan partainya kepada rakyat. "Biar rakyat saja yang menilai," tegasnya.

Saat ditanya, kenapa kader PAN tidak diundang konvensi? Syarif menyatakan itu semua hak dari komite konvensi. "Bukan saya yang menjaring. Itu pertimbangan komite konvensi yang memiliki otonomi dan independent," sambungnya.

Menteri Koperasi dan UKM itu menegaskan, komite konvensi sudah memiliki mekanisme khusus untuk mengundang seseorang. Pernyataan itu sekaligus membantah pernyataan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie yang mengatakan komite konvensi tidak memiliki mekanisme jelas untuk menjaring peserta.

"Itu jelas kok komitenya. Mungkin belum lihat secara jelas. Pasti ada mekanisme," pungkasnya.

Okezone.com

Ini Penjelasan Amien Rais Soal Pidato 'Pedas' Mengenai Ekonomi Indonesia

Global News World : Jakarta - Pada acara HUT PAN ke 15, Ketua MPP PAN Amien Rais menyampaikan pidato yang berisi kritikan pedasnya soal perekonomian Indonesia. Dia memberi penjelasan alasannya menyampaikan pidato itu.

"Jadi menurut saya mengenai pengelolaan ekonomi indonesia ini, konstitusi ada di sebuah pulau, tetapi pelaku ekonomi indonesia ini ada di pulau lain, tidak konek. Itu yang harus di kritik," ujar Amien usai menghadiri Rakernas PAN di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/8/2013).

Amien kemudian menjelaskan yang ada Indonesia saat ini hanya demokrasi politik tidak ada demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berkemandirian.

"Jadi menurut saya sudah lah nggak usah menyalahkan siapa-siapa kalo bisa nanti era yang akan datang itu bisa betul-betul pasal 33, 34 dilaksanakan secara sungguh," jelasnya.

Sebelumnya dalam pidatonya di acara HUT PAN, Amien Rais menyampaikan pidato yang berisi kritik tentang ekonomi Indonesia. Pidato itu sangat bersebrangan dengan pidato ketua umum PAN, Hatta Rajasa yang mengungkapkan perekonomian Indonesia sedang tumbuh pesat.

detiknews.com

Kamis, 22 Agustus 2013

Demokrat Ingin Hancurkan Dominasi Jokowi

Global News World : JAKARTA - Partai Demokrat ternyata mempunyai target tersendiri di balik pelaksanaan konvensi calon presiden (capres). Target itu adalah mengalahkan dominasi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam bursa capres.
 
"Kalau enggak bisa ngalahin, ngapain ada konvensi. Kita harus bisa kalahkan (Jokowi)," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/8/2013).
 
Menurut Melani, siapa pun yang nantinya memenangkan konvensi Partai Demokrat, harus mampu mengungguli sang kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut, baik dari segi popularitas maupun elektabilitas.
 
"Nanti yang menang akan didorong pakai promo habis-habisan. Era egaliter mungkin Jokowi, tapi apakah itu yang diinginkan masyarakat? Kita belum survei seluruh Indonesia," tegasnya.
 
Demokrat akan menggelar konvensi untuk menjaring capres yang akan bertarung di Pemilu 2014 pada akhir tahun ini. Beberapa tokoh mengaku bersedia ikut penjaringan itu. Sebut saja, Gita Wirjawan, Pramono Edhie Wibowo, Hayono Isman, dan Marzuki Alie.
 
Popularitas dan elektabilitas Jokowi sebagai capres memang selalu mendominasi hampir di semua hasil survei. Dukungan dari relawan agar pria asal Solo itu maju sebagai capres pun terus menguat. 

Okezone.com