Global News Jakarta – Berhubungan seks cukup menguras energi seperti halnya aktivitas fisik
lainnya. Oleh karenanya, orang yang baru saja mengalami serangan jantung tidak
boleh sembarangan melakukannya. Tapi haruskah dilarang berhubungan seks sama
sekali?
"Kesehatan seksual adalah bagian penting dari kesehatan seseorang secara umum,"
kata Elaine Steinke, peneliti sekaligus profesor keperawatan dari Wichita State
University seperti dikutip dari USA Today, Selasa (30/7/2013).
Namun begitu, banyak orang khawatir melakukan hubungan seks setelah serangan
jantung karena khawatir aktivitas fisik tersebut bisa memicu kekambuhan. Maksud
hati ingin sehat, salah-salah justru kembali ke rumah sakit karena jantungnya
berhenti lagi.
Untuk itulah, American Health Association dan European Society of Cardiology
mengeluarkan pernyataan resmi tentang hal itu. Diklaim, ini adalah pernyataan
ilmiah pertama yang menjelaskan secara detail panduan berhubungan seks setelah
serangan jantung.
Beberapa imbauan yang tercantum dalam pernyataan tersebut antara lain sebagai
berikut:
1. Sebelum mulai bercinta, pastikan bisa melakukan aktivitas berintensitas
sedang seperti jalan cepat naik tangga tanpa ngos-ngosan, sesak napas, nyeri
dada atau keluhan lainnya.
2. Jika untuk melakukan aktivitas seperti itu saja tidak kuat, hindari hubungan
seks. Melakukan aktivitas intim lainnya tidak dilarang, misalnya berpelukan dan
berciuman masih diperbolehkan.
3. Lakukan hubungan seks di tempat yang nyaman, bukan tempat yang asing. Hindari
hubungan seks di luar nikah karena bisa menambah stres yang bisa memicu
kekambuhan serangan jantung.
4. Laporkan ke dokter bila mengalami gejala tertentu saat berhubungan seks,
misalnya nyeri dada, pusing atau insomnia.
5. Beberapa posisi mungkin tidak aman. Pasien bypass jantung sebaiknya tidak
berada di atas saat mengambil posisi misionari. Posisi tegak lebih dianjurkan
bagi pasien gagal jantung yang dicirikan dengan napas pendek.
Koran Indonesia.
Selasa, 30 Juli 2013
Risiko Kanker Lebih Tinggi Jika Tinggal di Kawasan Industri
Global News - Jakarta – Ungkapan bahwa kesehatan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan
tempat tinggal sepertinya benar adanya. Terutama bagi penduduk yang tinggal di
daerah industri nampaknya harus waspada.
Menurut studi baru, orang yang tinggal di dekat lokasi pelepasan benzena,
seperti kilang atau pabrik yang banyak melepas bahan kimia ke air atau udara,
memiliki risiko tertular limfoma non-Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening
yang lebih tinggi.
"Pada kanker yang lebih umum seperti payudara, paru-paru, atau usus, kita
memiliki asosiasi yang terkenal dan bisa mengembangkan faktor risiko," kata
penulis studi Dr Christopher Flowers, profesor hematologi dan onkologi medis di
Emory University School of Medicine.
Namun, menurut Flowers, untuk limfoma belum ada faktor risiko yang jelas tapi
sangat penting untuk mengidentifikasi faktor risiko dari usia penduduk. Dalam
sebuah penelitian di Jurnal Cancer, Flowers dan rekannya mengumpulkan data
tentang situs rilis benzena di Georgia dari Environmental Protection
Agency’s (EPA) Toxics Release Inventory dan membandingkannya dengan data
kejadian limfoma dari Georgia Comprehensive Cancer Registry.
Penelitian ini adalah yang pertama menganalisis dampak dari benzena pada tingkat
populasi, jarak, dan kelompok penderita kanker kelenjar getah bening yang ada di
sekitar lokasi paparan benzena. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan
bahwa kejadian kanker kelenjar getah bening lebih besar terjadi pada orang yang
berada di sekitar paparan benzena.
Selain itu, risiko penduduk tertular kanker kelenjar getah bening naik 0,31
persen setiap jarak lokasi mereka bertambah satu mil.
"Kami tidak bisa mengatakan secara langsung bahwa benzena yang menyebabkan
kanker, tapi kedekatan perumahan terhadap lokasi yang banyak memaparkan benzena,
insiden kankernya lebih tinggi," jelas Flowers.
Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum langkah-langkah membatasi paparan
benzena pada masyarakat dilakukan. Menurut Flowers, EPA perlu melacak
lokasi-lokasi yang mengandung paparan Benzena di Amerika Serikat.
"Ada sejumlah lokasi paparan benzena dan beberapa berpotensi menjadi pabrik. Zat
kimia yang dikeluarkan bisa meresap lewat bawah tanah dan beberapa disalurkan
melalui tanaman," papar Flowers, seperti dilansir Fox News, Selasa (30/7/2013).
Ke depannya, peneliti berharap bisa menggunakan studi mereka untuk mengembangkan
metode guna mengurangi paparan faktor risiko limfoma, seperti benzena, dalam
populasi yang lebih luas. Ia berharap bisa mengidentifikasi faktor risiko dan
melakukan pendekatan pada tingkat populasi untuk menurunkan eksposur benzena
dengan membatasi lokasi paparannya.
"Mungkin studi lain akan memberi informasi kepada publik dan masyarakat untuk
mencoba dan mengidentifikasi di lokasi mana risiko penyakit itu mungkin
meningkat," kata Flowers.
Flowers dan rekan-rekannya di Winship Cancer Institute of Emory University
merupakan bagian dari International Lymphoma Epidemiology Consortium
(InterLymph), sebuah organisasi yang berusaha lebih memahami faktor risiko untuk
subtipe limfoma yang berbeda.
Koran Indonesia.
tempat tinggal sepertinya benar adanya. Terutama bagi penduduk yang tinggal di
daerah industri nampaknya harus waspada.
Menurut studi baru, orang yang tinggal di dekat lokasi pelepasan benzena,
seperti kilang atau pabrik yang banyak melepas bahan kimia ke air atau udara,
memiliki risiko tertular limfoma non-Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening
yang lebih tinggi.
"Pada kanker yang lebih umum seperti payudara, paru-paru, atau usus, kita
memiliki asosiasi yang terkenal dan bisa mengembangkan faktor risiko," kata
penulis studi Dr Christopher Flowers, profesor hematologi dan onkologi medis di
Emory University School of Medicine.
Namun, menurut Flowers, untuk limfoma belum ada faktor risiko yang jelas tapi
sangat penting untuk mengidentifikasi faktor risiko dari usia penduduk. Dalam
sebuah penelitian di Jurnal Cancer, Flowers dan rekannya mengumpulkan data
tentang situs rilis benzena di Georgia dari Environmental Protection
Agency’s (EPA) Toxics Release Inventory dan membandingkannya dengan data
kejadian limfoma dari Georgia Comprehensive Cancer Registry.
Penelitian ini adalah yang pertama menganalisis dampak dari benzena pada tingkat
populasi, jarak, dan kelompok penderita kanker kelenjar getah bening yang ada di
sekitar lokasi paparan benzena. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan
bahwa kejadian kanker kelenjar getah bening lebih besar terjadi pada orang yang
berada di sekitar paparan benzena.
Selain itu, risiko penduduk tertular kanker kelenjar getah bening naik 0,31
persen setiap jarak lokasi mereka bertambah satu mil.
"Kami tidak bisa mengatakan secara langsung bahwa benzena yang menyebabkan
kanker, tapi kedekatan perumahan terhadap lokasi yang banyak memaparkan benzena,
insiden kankernya lebih tinggi," jelas Flowers.
Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum langkah-langkah membatasi paparan
benzena pada masyarakat dilakukan. Menurut Flowers, EPA perlu melacak
lokasi-lokasi yang mengandung paparan Benzena di Amerika Serikat.
"Ada sejumlah lokasi paparan benzena dan beberapa berpotensi menjadi pabrik. Zat
kimia yang dikeluarkan bisa meresap lewat bawah tanah dan beberapa disalurkan
melalui tanaman," papar Flowers, seperti dilansir Fox News, Selasa (30/7/2013).
Ke depannya, peneliti berharap bisa menggunakan studi mereka untuk mengembangkan
metode guna mengurangi paparan faktor risiko limfoma, seperti benzena, dalam
populasi yang lebih luas. Ia berharap bisa mengidentifikasi faktor risiko dan
melakukan pendekatan pada tingkat populasi untuk menurunkan eksposur benzena
dengan membatasi lokasi paparannya.
"Mungkin studi lain akan memberi informasi kepada publik dan masyarakat untuk
mencoba dan mengidentifikasi di lokasi mana risiko penyakit itu mungkin
meningkat," kata Flowers.
Flowers dan rekan-rekannya di Winship Cancer Institute of Emory University
merupakan bagian dari International Lymphoma Epidemiology Consortium
(InterLymph), sebuah organisasi yang berusaha lebih memahami faktor risiko untuk
subtipe limfoma yang berbeda.
Koran Indonesia.
Banyak Masyarakat Belum Tahu Namanya di Daftar Pemilih Sementara
Global News - Jakarta - Rupanya tidak banyak masyarakat yang
mengetahui nama mereka berada dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).
Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES)
melihat hal ini karena sebagian masyarakat tidak tahu waktu yang
diberikan untuk mengaksesnya.
"Berdasarkan temuan Assesment Data Pemilih (ADP), hanya 32 persen pemilih di Sumatera Utara (Sumut) yang mengetahui masa pengecekan DPS. Di Jawa Tengah (Jateng), hanya 22 persen pemilih yang tahu masa pengecekan DPS tersebut," kata Direktur LP3ES Kurniawan Zein di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (30/7/2013).
Sementara untuk wilayah Maluku, LP3ES tidak dapat melakukan ADP karena tidak ada data pemilih dari Panitia Pemungutan Suara (PPS). Rupanya PPS Maluku belum menyediakan DPS untuk bisa dicek oleh masyarakat, tapi tanggal pengecekan DPS hanya dari tanggal 1 Juli 2013 sampai 24 Juli 2013.
"Ternyata 13,2 persen pemilih di Sumatera Utara tidak akan mengecek DPS. Di Jateng 35 persen pemilih juga tak akan mengecek DPS," tutur Kurniawan.
Sumut, Jateng, dan Maluku dipilih LP3ES sebagai tempat survei 'Hasil Monitoring dan Assesment Daftar Pemilih' karena dianggap mewakili kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia di barat, tengah, dan timur. Survei dilakukan pada 11 Juli 2013 hingga 15 Juli 2013.
Error sampling dalam survei ini mencapai 3,5 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metode yang dipakai adalah dengan mengambil 1.840 responden dari DPS. LP3ES berharap KPU mengoptimalkan sosialisasi dan kinerja KPUD Maluku yang belum menyediakan DPS.
"Secara umum, KPU harus lebih melakukan penggencaran sosialisasi kepada masyarakat secara menyueluruh," pungkas Kurniawan.
detiknews.com
"Berdasarkan temuan Assesment Data Pemilih (ADP), hanya 32 persen pemilih di Sumatera Utara (Sumut) yang mengetahui masa pengecekan DPS. Di Jawa Tengah (Jateng), hanya 22 persen pemilih yang tahu masa pengecekan DPS tersebut," kata Direktur LP3ES Kurniawan Zein di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (30/7/2013).
Sementara untuk wilayah Maluku, LP3ES tidak dapat melakukan ADP karena tidak ada data pemilih dari Panitia Pemungutan Suara (PPS). Rupanya PPS Maluku belum menyediakan DPS untuk bisa dicek oleh masyarakat, tapi tanggal pengecekan DPS hanya dari tanggal 1 Juli 2013 sampai 24 Juli 2013.
"Ternyata 13,2 persen pemilih di Sumatera Utara tidak akan mengecek DPS. Di Jateng 35 persen pemilih juga tak akan mengecek DPS," tutur Kurniawan.
Sumut, Jateng, dan Maluku dipilih LP3ES sebagai tempat survei 'Hasil Monitoring dan Assesment Daftar Pemilih' karena dianggap mewakili kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia di barat, tengah, dan timur. Survei dilakukan pada 11 Juli 2013 hingga 15 Juli 2013.
Error sampling dalam survei ini mencapai 3,5 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metode yang dipakai adalah dengan mengambil 1.840 responden dari DPS. LP3ES berharap KPU mengoptimalkan sosialisasi dan kinerja KPUD Maluku yang belum menyediakan DPS.
"Secara umum, KPU harus lebih melakukan penggencaran sosialisasi kepada masyarakat secara menyueluruh," pungkas Kurniawan.
detiknews.com
Menlu Prancis tuntut pembebasan Moursi
Global News - Paris (koranindonesia) – Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius menyatakanbahwa pemimpin terguling Mesir, Mohamed Moursi, harus dibebaskan.
Dia juga menyebut situasi politik di negeri tersebut "sangat kritis."
"Prancis menyerukan penolakan kekerasan dan untuk pembebasan tahanan-tahanan
politik, termasuk mantan presiden Moursi," kata Fabius kepada wartawan di Paris
seperti dikutip Reuters.
Moursi dalam keadaan baik-baik saja dan memiliki akses ke media massa.
"Saya telah berupaya meyakinkan bahwa keluarganya tahu dia baik-baik saja," kata
Ashton kepada wartawan usai bertemu dengan Moursi di sebuah lokasi tak
disebutkan Senin malam lalu.
Koran Indonesia.
Porto Ikut Kejar Bidikan Arsenal
Global News - LONDON – Arsenal merupakan tim yang sangat bernafsu mendatangkan
gelandang berbakat Brasil, Bernard. Namun, The Gunners dibuat frustasi
untuk mengejar servis bintang muda andalan Brasil itu. Masalahnya, Porto
dikabarkan ikut mengejar servis Bernard dan berpeluang mendapatkannya.Agen pemain Atletico Miniero, Adriano Spadotto mengatakan selain Shakhtar Donetsk, Porto adalah tim terdepan yang berpeluang untuk mendapatkan servis Bernard. Meski demikian, agen Bernard mengaku belum membuat keputusan.
“Belum ada yang diputuskan. Kami tahu ada ketertarikan dari Arsenal. Tidak ada tawaran resmi dari klub itu. Hulk (Penyerang Brasil) sudah meyakinkan Bernard untuk pindah ke Porto itu akan lebih baik untuk karier-nya,” kata Spadotto, yang juga ayah dari Bernard.
“Bernard lebih memilih bergabung dengan tim menengah. Dia lebih baik bergabung dengan sebuah klub bagus di Eropa dan tidak akan mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak,” tambahnya, kepada Delio Duarte, Selasa (30/7/2013).
Bernard sadar peluang untuk bermain di Arsenal sangat kecil. Pemain yang memiliki nama lengkap Bernard Anicio Caldeira Duarte itu sepertinya tertarik memperkuat Porto. “Bernard sangat tertarik untuk memperkuat Porto.
Koran Indonesia
Gus Sholah: Jokowi dan Rhoma Irama Sebaiknya Wapres Saja
Global News - Jakarta.
Gus Sholah angkat bicara soal dinamika politik terkait Pilpres 2014. Dua tokoh yang cukup fenomenal yakni Jokowi dan Rhoma Irama cocoknya jadi cawapres saja.
"Rhoma Irama kalau jadi wapres malah mungkin ya," ucap pria bernama asli Salahuddin Wahid ini usai ikut menyimak sidang kasus sengketa Pilgub Jatim di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (29/7/2013).
Tak hanya Rhoma yang dinilai tak cocok jadi capres. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) yang selalu memuncaki survei capres juga menurutnya sebaiknya jadi cawapres saja.
"Sebaiknya wapres," ucap adik Gus Dur ini dengan ringan saat ditanyai pendapatnya mengenai prospek Jokowi.
Gus Sholah menyatakan sejumlah nama capres memang sudah beredar. Dirinya menyebut nama Jusuf Kalla dan Mahfud MD.
"Saya pikir banyak yang layak. Ini kepagian ya kalau membicarakan sekarang," sambungnya.
detiknews.com
Gus Sholah angkat bicara soal dinamika politik terkait Pilpres 2014. Dua tokoh yang cukup fenomenal yakni Jokowi dan Rhoma Irama cocoknya jadi cawapres saja.
"Rhoma Irama kalau jadi wapres malah mungkin ya," ucap pria bernama asli Salahuddin Wahid ini usai ikut menyimak sidang kasus sengketa Pilgub Jatim di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (29/7/2013).
Tak hanya Rhoma yang dinilai tak cocok jadi capres. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) yang selalu memuncaki survei capres juga menurutnya sebaiknya jadi cawapres saja.
"Sebaiknya wapres," ucap adik Gus Dur ini dengan ringan saat ditanyai pendapatnya mengenai prospek Jokowi.
Gus Sholah menyatakan sejumlah nama capres memang sudah beredar. Dirinya menyebut nama Jusuf Kalla dan Mahfud MD.
"Saya pikir banyak yang layak. Ini kepagian ya kalau membicarakan sekarang," sambungnya.
detiknews.com
Senin, 29 Juli 2013
Pekan Ini Hasil Investigasi Kisruh UN Diumumkan
Global News - Jakarta -
Investigasi kisruh Ujian Nasional (UN) sedang dalam tahap penyelesaian. Hasilnya akan Mendikbud M Nuh unumkan dalam waktu dekat.
"Insya Allah begitu nanti selesai, akan saya sampaikan ke publik, kira-kira minggu ini selesai," ujar Nuh di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/4/2014).
Nuh belum bisa menyampaikan hasil sementara investigasi tersebut. Sebab saat ini masih proses perampungan di inspektorat jenderal Kemendikbud.
"Mudah-mudahan semuanya rampung, paling tidak minggu ini saya harus sampaikan ke publik. Baik dari sisi pengadaan, maupun dari sisi pelaksanaan, dan dari sisi percetakan itu sendiri. Nanti yang rampung mana dulu, saya akan sampaikan yang mana dulu. Yang ini belum nanti dulu ya ngga apa-apa. Tapi intinya, hasilnya akan saya sampaikan ke publik," jelasnya.
Detik. com
Investigasi kisruh Ujian Nasional (UN) sedang dalam tahap penyelesaian. Hasilnya akan Mendikbud M Nuh unumkan dalam waktu dekat.
"Insya Allah begitu nanti selesai, akan saya sampaikan ke publik, kira-kira minggu ini selesai," ujar Nuh di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/4/2014).
Nuh belum bisa menyampaikan hasil sementara investigasi tersebut. Sebab saat ini masih proses perampungan di inspektorat jenderal Kemendikbud.
"Mudah-mudahan semuanya rampung, paling tidak minggu ini saya harus sampaikan ke publik. Baik dari sisi pengadaan, maupun dari sisi pelaksanaan, dan dari sisi percetakan itu sendiri. Nanti yang rampung mana dulu, saya akan sampaikan yang mana dulu. Yang ini belum nanti dulu ya ngga apa-apa. Tapi intinya, hasilnya akan saya sampaikan ke publik," jelasnya.
Detik. com
SBY Juga Dilapori Kasus Hukum yang Mengada-ada di Daerah
Global New - Jakarta - Presiden SBY mengaku juga sering menerima
laporan dari kepala daerah soal penanganan kasus hukum yang sangat
mengada-ada dan mencari-cari kesalahan. Penanganan kasusnya oleh penegak
hukum akhir bertujuan mencari uang 'damai'.
"Saya sering berkunjung ke daerah, pimpinan daerah gubernur, bupati, wali kota, mengadu kepada saya. 'Masih ada Pak, kami ini dicari-cari salahya'. Setelah dicari-cari kesalahannya, katanya bisa diatur," ujar SBY.
Hal itu disampaikan dalam acara pembukaan rakernas Bantuan Hukum di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (26/7/2013). Hadir dalam
acara ini puluhan pimpinan organisasi Pemberi Bantuan Hukum se-Indonesia.
SBY mengatakan dirinya sudah berulang kali menyampaikan kepada semua aparat penegak hukum. SBY menegaskan bahwa jangan sampai hal seperti itu terjadi dalam proses hukum di Indonesia.
"Jangan sampai ada oknum atau kasus seperti itu. Jelas itu bukan policy, jelas itu bukan harapan dari kita semua," imbuhnya.
SBY juga mengingatkan bahwa proses hukum itu harus bebas dari tekanan dari pihak manapun. Keadilan itu harus ditegakkan seadil-adilnya.
"Tekanan itu, misalnya orang yang tidak salah, dihukum setinggi-tingginya. Atau yang nyata-nyata bersalah dibebaskan, itu tekanan. Baik dari penguasa, politisi, jenderal, LSM dan pers. Bebaskan semuanya itu, biarkan hukum dan keadilan berbicara. Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apa pun kepada para penegak hukum," tutupnya.
Detik. com
"Saya sering berkunjung ke daerah, pimpinan daerah gubernur, bupati, wali kota, mengadu kepada saya. 'Masih ada Pak, kami ini dicari-cari salahya'. Setelah dicari-cari kesalahannya, katanya bisa diatur," ujar SBY.
Hal itu disampaikan dalam acara pembukaan rakernas Bantuan Hukum di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (26/7/2013). Hadir dalam
acara ini puluhan pimpinan organisasi Pemberi Bantuan Hukum se-Indonesia.
SBY mengatakan dirinya sudah berulang kali menyampaikan kepada semua aparat penegak hukum. SBY menegaskan bahwa jangan sampai hal seperti itu terjadi dalam proses hukum di Indonesia.
"Jangan sampai ada oknum atau kasus seperti itu. Jelas itu bukan policy, jelas itu bukan harapan dari kita semua," imbuhnya.
SBY juga mengingatkan bahwa proses hukum itu harus bebas dari tekanan dari pihak manapun. Keadilan itu harus ditegakkan seadil-adilnya.
"Tekanan itu, misalnya orang yang tidak salah, dihukum setinggi-tingginya. Atau yang nyata-nyata bersalah dibebaskan, itu tekanan. Baik dari penguasa, politisi, jenderal, LSM dan pers. Bebaskan semuanya itu, biarkan hukum dan keadilan berbicara. Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apa pun kepada para penegak hukum," tutupnya.
Detik. com
Diduga Hendak Merampok, ABG Amerika Ditembak di Kepala
Global News - New Orleans

Diduga hendak merampok, seorang remaja putra di New Orleans, Amerika Serikat ditembak di kepala. Tembakan yang dilancarkan pemilik rumah tersebut tidak membunuhnya, namun ABG berumur 14 tahun ini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Seperti dilansir nydailynews.com, Senin (28/7/2013), insiden ini terjadi di sebuah rumah di wilayah Marigny, New Orleans, milik seorang warga bernama Merritt Landry. Pria berusia 33 tahun ini menembak seorang remaja yang berusaha menerobos masuk ke dalam rumahnya.
Kepada aparat dan rekan-rekannya, Landry mengaku dirinya terpaksa melepas tembakan karena mengkhawatirkan keselamatannya. Landry mengira bahwa Coultery membawa senjata api.
New Orleans yang merupakan kota terbesar di negara bagian Louisiana ini memberlakukan hukum Stand Your Ground, yang memperbolehkan setiap warganya untuk menggunakan kekerasan, baik mematikan atau tidak, untuk melindungi diri sendiri atau properti miliknya.
Akibatnya, remaja bernama Marshall Coulter ini mengalami luka parah karena tertembak di bagian kepala. Coulter tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat dalam kondisi kritis.
Keluarga Coulter menuturkan, ABG ini hanya bisa menggerakkan organ tubuh bagian kanannya saja. Jika berhasil selamat, kemungkinan besar Coutler mengalami kerusakan otak parah.
Sementara itu, Landry dijerat dengan percobaan pembunuhan oleh aparat setempat. Menurut surat perintah penangkapan, Landry telah menembak remaja tersebut tepat di kepalanya.
Seorang sumber dari kepolisian setempat menuturkan, Coulter sebenarnya tidak memberikan ancaman apapun kepada Landry maupun keluarganya. Remaja ini memang pernah terlibat sejumlah kasus perampokan, namun keluarganya menyatakan, Coulter tidak pernah terlibat perampokan bersenjata sebelumnya.
Detik. com

Diduga hendak merampok, seorang remaja putra di New Orleans, Amerika Serikat ditembak di kepala. Tembakan yang dilancarkan pemilik rumah tersebut tidak membunuhnya, namun ABG berumur 14 tahun ini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Seperti dilansir nydailynews.com, Senin (28/7/2013), insiden ini terjadi di sebuah rumah di wilayah Marigny, New Orleans, milik seorang warga bernama Merritt Landry. Pria berusia 33 tahun ini menembak seorang remaja yang berusaha menerobos masuk ke dalam rumahnya.
Kepada aparat dan rekan-rekannya, Landry mengaku dirinya terpaksa melepas tembakan karena mengkhawatirkan keselamatannya. Landry mengira bahwa Coultery membawa senjata api.
New Orleans yang merupakan kota terbesar di negara bagian Louisiana ini memberlakukan hukum Stand Your Ground, yang memperbolehkan setiap warganya untuk menggunakan kekerasan, baik mematikan atau tidak, untuk melindungi diri sendiri atau properti miliknya.
Akibatnya, remaja bernama Marshall Coulter ini mengalami luka parah karena tertembak di bagian kepala. Coulter tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat dalam kondisi kritis.
Keluarga Coulter menuturkan, ABG ini hanya bisa menggerakkan organ tubuh bagian kanannya saja. Jika berhasil selamat, kemungkinan besar Coutler mengalami kerusakan otak parah.
Sementara itu, Landry dijerat dengan percobaan pembunuhan oleh aparat setempat. Menurut surat perintah penangkapan, Landry telah menembak remaja tersebut tepat di kepalanya.
Seorang sumber dari kepolisian setempat menuturkan, Coulter sebenarnya tidak memberikan ancaman apapun kepada Landry maupun keluarganya. Remaja ini memang pernah terlibat sejumlah kasus perampokan, namun keluarganya menyatakan, Coulter tidak pernah terlibat perampokan bersenjata sebelumnya.
Detik. com
Hadir di Persidangan Fathanah, Ahmad Rozi Diusir oleh Hakim
Global News - Jakarta -
Persidangan dugaan suap kuota impor daging dengan terdakwa Ahmad Fathanah kembali digelar. Saksi yang tidak dijadwalkan bersaksi hari itu Ahmad Rozi, hadir di persidangan. Rozi pun dipersilahkan keluar oleh majelis hakim.
"Saya mendapat informasi ada saksi bernama Ahmad Rozi yang menghadiri persidangan ini. Saya meminta yang bersangkutan untuk meninggalkan ruang persidangan," ujar ketua majelis Hakim, I Made Hendra, di Tipikor, Jakarta (29/7/2013).
Rozi dipersilahkan keluar sekitar pukul 21.30 WIB. Tak lama Rozi berdiri dan langsung meninggalkan ruang sidang. Untuk diketahui, Rozi adalah kuasa hukum Fathanah.
Sebelumnya, Rozi yang mengenakan batik berwarna putih biru sempat duduk di bangku pengunjung. Usai Rozi keluar sidang yang saat itu sedang mendengarkan kesaksian Maria Elisabeth Liman, kembali dilanjutkan.
Ahmad Rozi pernah disebut-sebut di persidangan tipikor terlibat percakapan dengan Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq agar PT Indoguna Utama bisa mendapatkan penambahan kuota impor daging.
Di persidangan Jumat (17/5), jaksa memutarkan percakapan telepon antara Luthfi-Fathanah yang disadap KPK. Luthfi diketahui pernah meminta bantuan pengacara Fathanah, Ahmad Rozi. Luthfi meminta Rozi menghubungi Komisaris PT Radina Bio Adicita, Elda Devianne Adiningrat untuk menyiapkan data kebutuhan daging sapi.
Data ini akan dijadikan alasan agar penambahan kuota impor seperti yang diminta Indoguna disetujui Kementan. Elda dalam pengurusan kuota impor sapi ini jadi penghubung antara PT Indoguna dengan Fathanah.
"Memang saya diminta Luthfi minta data dan disampaikan ke Soewarso," kata Ahmad Rozi bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (29/5).
Detik. com
Persidangan dugaan suap kuota impor daging dengan terdakwa Ahmad Fathanah kembali digelar. Saksi yang tidak dijadwalkan bersaksi hari itu Ahmad Rozi, hadir di persidangan. Rozi pun dipersilahkan keluar oleh majelis hakim.
"Saya mendapat informasi ada saksi bernama Ahmad Rozi yang menghadiri persidangan ini. Saya meminta yang bersangkutan untuk meninggalkan ruang persidangan," ujar ketua majelis Hakim, I Made Hendra, di Tipikor, Jakarta (29/7/2013).
Rozi dipersilahkan keluar sekitar pukul 21.30 WIB. Tak lama Rozi berdiri dan langsung meninggalkan ruang sidang. Untuk diketahui, Rozi adalah kuasa hukum Fathanah.
Sebelumnya, Rozi yang mengenakan batik berwarna putih biru sempat duduk di bangku pengunjung. Usai Rozi keluar sidang yang saat itu sedang mendengarkan kesaksian Maria Elisabeth Liman, kembali dilanjutkan.
Ahmad Rozi pernah disebut-sebut di persidangan tipikor terlibat percakapan dengan Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq agar PT Indoguna Utama bisa mendapatkan penambahan kuota impor daging.
Di persidangan Jumat (17/5), jaksa memutarkan percakapan telepon antara Luthfi-Fathanah yang disadap KPK. Luthfi diketahui pernah meminta bantuan pengacara Fathanah, Ahmad Rozi. Luthfi meminta Rozi menghubungi Komisaris PT Radina Bio Adicita, Elda Devianne Adiningrat untuk menyiapkan data kebutuhan daging sapi.
Data ini akan dijadikan alasan agar penambahan kuota impor seperti yang diminta Indoguna disetujui Kementan. Elda dalam pengurusan kuota impor sapi ini jadi penghubung antara PT Indoguna dengan Fathanah.
"Memang saya diminta Luthfi minta data dan disampaikan ke Soewarso," kata Ahmad Rozi bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (29/5).
Detik. com
Langganan:
Postingan (Atom)


